Joe Biden Sebut Evakuasi Jalan Terus Pasca-Serangan ISIS-K di Afghanistan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Amerika Serikat dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 22 Agustus 2021. (Xinhua)

    Orang-orang mengantre untuk naik ke sebuah pesawat militer Amerika Serikat dan meninggalkan Kabul di bandara Kabul, Afghanistan, pada 22 Agustus 2021. (Xinhua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Joe Biden memastikan proses evakuasi di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan akan jalan terus pasca serangan teror oleh ISIS-K. Hal itu mengingat masih ada ribuan orang yang belum dievakuasi di Afghanistan, baik warga lokal maupun internasional.

    "Kita harus menyelesaikan misi ini dan kami akan menyelesaikannya," ujar Joe Biden, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat, 27 Agustus 2021.

    Dalam serangan ISIS-K, per berita ini ditulis, diketahui ada 85 orang tewas. Sebanyak 13 di antaranya adalah personil Militer Amerika yang ditugaskan di bandara Kabuil untuk mengawal proses evakuasi.

    Sejauh ini, Amerika telah mengevakuasi kurang lebih 100 ribu orang dari Kabul sejak 14 Agustus, hari di mana Taliban mengambil alih Afghanistan. Dari 100 ribu tersebut, kurang lebih 60 persennya adalah warga Amerika.

    Belum diketahui ada berapa tepatnya warga Amerika yang tersisa di Afghanistan. Menurut laporan BBC, ada 5800 personil Militer Amerika di Bandara Hamid Karzai, Kabul, yang akan mengawal proses evakuasi hingga deadlinenya pada 31 Agustus nanti.

    Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan kepada personel Angkatan Udara AS dan keluarga mereka yang ditempatkan di RAF Mildenhall, menjelang KTT G7, dekat Mildenhall, Inggris, 9 Juni 2021. [REUTERS/Kevin Lamarque]

    Apa yang dilakukan Amerika kontras dengan sejumlah sekutunya. Kanada, Belgia, Belanda, Denmark, dan Australia telah memutuskan untuk mengakhiri proses evakuasinya, bahkan di saat masih ada warga negara mereka yang belum diungsikan. Prancis dan Norwegia dikabarkan akan melakukan hal serupa Jumat ini.

    Banyaknya negara yang mengakhiri proses evakuasinya menyusul serangan ISIS-K bisa dipahami. Menurut keterangan intelijen dari berbagai pihak, ISIS-K masih berpotensi melakukan serangan teror susulan.

    "Ancaman dari ISIS-K masih tinggi. Pasukan Amerika dan Taliban bekerja sama untuk mencegah serangan lebih lanjut. Taliban sudah berhasil mencegah banyak serangan ISIS-K," ujar Kepala Komando Pusat Amerika di Afghanistan, Jenderal Frank McKenzie.

    Baca juga: Joe Biden Ancam ISIS Atas Serangan Bom di Bandara Kabul: Kami Akan Memburu Anda

    ISTMAN MP | REUTERS | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.