Taliban Sebut Puluhan Anggotanya Tewas Dalam Serangan ISIS-K

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan elit Taliban Batalyon Badri 313 membawa senjata dan peralatan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat atau negara-negara sekutu, termasuk karabin M4 dan apa yang tampak seperti senjata optik tempur canggih Trijicon, atau ACOG. Twitter

    Pasukan elit Taliban Batalyon Badri 313 membawa senjata dan peralatan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat atau negara-negara sekutu, termasuk karabin M4 dan apa yang tampak seperti senjata optik tempur canggih Trijicon, atau ACOG. Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Taliban mengecam serangan bom yang dilancarkan oleh kelompok afiliasi ISIS, ISIS-K, di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Kamis kemarin. Mereka berkata, serangan tersebut telah menewaskan 28 anggota mereka yang diperbantukan di bandara untuk mengawal proses evakuasi.

    "Kami kehilangan lebih banyak orang dibanding Militer Amerika," ujar salah satu pejabat Taliban yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 27 Agustus 2021.

    Taliban melanjutkan bahwa serangan ISIS-K mengambil lokasi di mana personil Amerika terkonsentrasi dan memegang kendali. Adapun Taliban belum memiliki rencana untuk memperpanjang periode evakuasi sebagai respon atas serangan ISIS-K.

    Sebagai catatan, ISIS-K adalah musuh dari Taliban. Keduanya punya pandangan berbeda soal bagaimana Afghanistan seharusnya diperintah dan dikelola. ISIS-K ingin menjadikan Afghanistan murni sebagai emirat Islam sementara Taliban relatif lebih lunak, terbuka terhadap kerjasama diplomatik dengan komunitas internasional.

    Tangkapan layar menunjukkan orang-orang di luar rumah sakit setelah serangan di bandara Kabul, di Kabul, Afghanistan, 26 Agustus 2021. REUTERS TV/via REUTERS

    "Kedua grup memiliki ideologi berbeda. IS menuding Taliban lebih menonjolkan semangat etnis dan nasionalisme dibandingkan syariah Islam," ujar CSIS dalam analisisnya, dikutip dari NPR.

    Permusuhan di antara keduanya ditegaskan oleh banyaknya eks Taliban di ISIS-K serta kerapnya kedua organisasi berebut wilayah di Afghanistan. Kebanyakan eks Taliban yang membelot ke ISIS-K dikarenakan mereka tak setuju dengan rencana damai ataupun kerjasama dengan komunitas internasional.

    Lucunya, kedua organisasi beberapa kali bekerjasama ketika mereka merasa memiliki kesamaan tujuan. Salah satu tujuannya adalah mengusir tentara asing dari Afghanistan dan pemerintahan yang berafiliasi dengannya. Alhasil, beberapa serangan di Afghanistan dilakukan kedua group. Sekarang, dengan Afghanistan sudah berada di tangan Taliban, ISIS-K diduga kembali bermusuhan dengan Taliban.

    Baca juga: Serang Bandara Afghanistan, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui Soal ISIS-K!

    ISTMAN MP | AL JAZEERA | NPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.