Penasihat Senior Aung San Suu Kyi Tewas Akibat COVID-19 di Penjara Myanmar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjuk rasa mengangkat tanda yang menunjukkan pita merah selama unjuk rasa menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, 9 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    Para pengunjuk rasa mengangkat tanda yang menunjukkan pita merah selama unjuk rasa menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, 9 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Politisi dan juga penasihat senior dari Kepala Negara Myanmar Aung San Suu Kyi, Nyan Win, tewas usai dilarikan ke rumah sakit dari penjara. Menurut laporan Reuters, ia tewas akibat virus COVID-19 yang beberapa waktu terakhir mengganas penyebarannya di Myanmar, termasuk di penjara tempat Nyan Win ditahan.

    "Kami berjanji perjuangan kami untuk mengakhiri kediktatoran (Junta Myanmar) dan membentuk Persatuan Demokratik Federal tidak akan berhenti pasca kematian Nyan Win," ujar keterangan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi di mana Nyan Win menjadi anggotanya, Rabu, 21 Juli 2021.

    Di Pemerintahan Myanmar, Nyan Win adalah satu dari beberapa pejabat pemerintah yang diculik dan ditahan pada kudeta 1 Februari lalu. Selain ia, pejabat yang juga diculik adalah Aung San Suu Kyi dan Presiden Wyin Mint.

    Secara title, Nyan Win memang menjabat sebagai penasihat senior dari Aung San Suu Kyi. Walau begitu, di Partai Liga Nasional Demokrasi, ia kerap berperan sebagai juru bicara partai sekaligus pengacara mereka ketika berhadapan dengan urusan-urusan legal. Fungsi itu berhenti sejak ia dijebloskan ke penjara.

    ADVERTISEMENT

    Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sesi pembukaan KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, 13 November 2017.[REUTERS / Athit Perawongmetha / File Foto]

    Di penjara Myanmar, Nyan Win bukan satu-satu tahanan yang menderita gejala COVID-19. Dikutip dari kantor berita Reuters, total ada 375 tahanan yang positif COVID-19 di sana. Nyan Win adalah tahanan ketujuh yang tewas di mana COVID-19 memperburuk kondisi kesehatannya yang memiliki rekam jejak darah tinggi dan diabetes.

    Tingginya angka kasus COVID-19 di penjara tidak mengejutkan. Sejak kudeta Myanmar, penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19 di Myanmar kacau balau. Selain tidak mendapat perhatian khusus dari Junta Myanmar, para petugas medis memilih berhenti karena tidak mau melayani pemerintahan yang baru.

    Kacaunya pengendalian di sana tergambar dari lambannya kampanye vaksinasi COVID-19 di sana. Menurut keterangan Kementerian Kesehatan, baru 1,6 juta dan 54 juta warga Myanmar yang sudah divaksin.

    Media milik Pemerintah Myanmar, Global New Light, melaporkan 750 ribu dosis vaksin COVID-19 dari Cina akan tiba Kamis ini. Pengiriman itu adalah yang pertama dari berbagai tahap. Target Junta Myanmar, separuh populasi Myanmar sudah tervaksin per akhir tahun 2021.

    Per berita ini ditulis, Myanmar tercatat memiliki 5.189 kasus dan 281 kematian baru akibat COVID-19.

    Baca juga: Aung San Suu Kyi Peringatkan Warga Myanmar Hati-hati Dengan COVID-19

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...