Atlet Olimpiade Tokyo yang Karantina Mandiri Bertambah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Ilustrasi Olimpiade Tokyo. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu tim kecil Olimpiade Tokyo, yang terinfeksi virus corona, sudah dikirim ke hotel khusus karantina mandiri Covid-19. Jepang berkomitmen untuk melindungi atlet – atlet elitnya di tengah waswas masyarakat terhadap penyebaran wabah virus corona.

    Dalam tempo sepekan menjelang pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, ada tujuh tim Olimpiade Tokyo yang tiba di jepang dan ternyata terinfeksi virus corona. Temuan ini terjadi persis saat Tokyo melaporkan tingginya kasus harian Covid-19 di Ibu Kota tersebut sejak akhir Januari 2021.

    Kirab obor Olimpiade Tokyo dimulai. Obor dinyalakan oleh anggota tim sepak bola nasional wanita Jepang Nadeshiko Jepang selama Grand Start Estafet Obor Olimpiade Tokyo 2020 di Naraha, prefektur Fukushima, Jepang, 25 Maret 2021. REUTERS / Kim Kyung-Hoon / Pool

    Sejumlah ahli kesehatan dan staf hotel mengatakan wabah virus corona ini menggaris bawahi risiko besarnya risiko yang ditanggung Jepang menggelar pesta olahraga di tengah pandemi dunia, yang sebagian besar warga negaranya belum mendapat imunisasi vaksin virus corona.

    Salah satu tim yang harus karantina mandiri adalah tim olahraga Judo dari Brasil. Dari total 49 anggota tim itu, 8 orang terdeteksi terkena Covid-19 sehingga semua orang dalam tim itu, harus karantina mandiri.     

    “Petugas dari pusat kesehatan masyarakat sedang melacak siapa saja close contact mereka,” kata seorang petugas hotel Hamanako, yang dijadikan tempat karantina mandiri.      

    Atlet Olimpiade lainnya yang berstatus dalam karantina mandiri karena positif Covid-19 atau karena close contact adalah atlet dari Uganda, Serbia, Israel dan beberapa negara lainnya. Komite penyelenggara Olimpiade Tokyo belum mau berkomentar saat ditanya detail oleh Reuters mengenai hal ini.

       

    Baca juga: Atlet Uganda Peserta Olimpiade Hilang, Kirim Surat Ingin Bekerja di Jepang

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.