Wartawan Peraih Pulitzer Ini Tewas Tertembak Taliban

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Nasional Afganistan (ANA) berpatroli di daerah dekat pos pemeriksaan yang direbut kembali dari Taliban, di distrik Alishing, provinsi Laghman, Afganistan, 8 Juli 2021.[REUTERS/Parwiz]

    Tentara Nasional Afganistan (ANA) berpatroli di daerah dekat pos pemeriksaan yang direbut kembali dari Taliban, di distrik Alishing, provinsi Laghman, Afganistan, 8 Juli 2021.[REUTERS/Parwiz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan Reuters Danish Siddiqui tewas saat meliput bentrokan antara pasukan keamanan Afghanistan dan pejuang Taliban di dekat perbatasan dengan Pakistan, pada Jumat 16 Juli 2021.

    Pasukan khusus Afghanistan berjuang merebut kembali area pasar utama Spin Boldak saat Siddiqui dan seorang perwira senior Afghanistan tewas. Menurut pejabat keamanan Afghanistan, Siddiqui meregang nyawa dalam baku baku tembak antara Taliban dan pasukan Afghanistan.

    Siddiqui telah ditempatkan sebagai jurnalis sejak awal pekan ini dengan pasukan khusus Afghanistan yang berbasis di provinsi selatan Kandahar. Ia telah melaporkan pertempuran antara pasukan komando Afghanistan dan pejuang Taliban.

    "Kami segera mencari lebih banyak informasi, bekerja sama dengan pihak berwenang di kawasan itu," kata Presiden Reuters Michael Friedenberg dan Pemimpin Redaksi Alessandra Galloni dalam sebuah pernyataan.

    Siddiqui mengatakan kepada Reuters bahwa dia terluka di lengan akibat pecahan peluru pada hari Jumat. Saat itu ia melaporkan bentrokan antara kedua kubu tersebut. Dia dirawat dan telah pulih ketika pejuang Taliban mundur dari pertempuran di Spin Boldak.

    Komandan Afghanistan mengatakan Siddiqui telah berbicara dengan penjaga toko ketika Taliban menyerang lagi.

    Siddiqui adalah bagian wartawan foto Reuters yang memenangkan Penghargaan Pulitzer 2018 untuk fotografi fitur. Saat itu ia mendokumentasikan krisis pengungsi Rohingya.

    Siddiqui telah meliput perang di Afghanistan dan Irak, krisis pengungsi Rohingya, protes Hong Kong dan gempa Nepal.

    Baca: Pemerintah Afganistan dan Taliban Sepakat Gencatan Senjata di Wilayah Barat


    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.