Pengusaha Taiwan Sewa Pesawat Tinggalkan Indonesia, Khawatir Varian Delta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit Covid-19 ke Terminal kargo Udara Taiwan di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    Pekerja mengangkut vaksin Moderna melawan penyakit Covid-19 ke Terminal kargo Udara Taiwan di Taoyuan, Taiwan, 18 Juni 2021. [REUTERS/Ann Wang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Memburuknya krisis Covid-19 di Indonesia, membuat 90 pengusaha Taiwan dan ekspatriat menyewa penerbangan sewaan. Pesawat yang akan terbang dari Indonesia ke Taiwan itu rencanannya akan membawa mereka pulang ke negaranya pada 28 Juli 2021.

    Kepala pusat layanan Kadin Taiwan atau ITCC, Kuo Chang-hsin mengatakan kepulangan para pengusaha Taiwan tersebut diatur oleh agen perjalanan Indonesia. Mereka akan menyewa pesawat Batik Air Indonesia yang akan berangkat setelah kuota 100 orang terpenuhi.

    Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Pelayanan medis terpuruk akibat jumlah pasien yang bertambah drastis.

    Berdasarkan situasi tersebut, Kadin Taiwan di Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Surabaya Jawa Timur menyarankan anggota senior mereka kembali ke Taiwan.

    Ketua ITCC Wang An-tso dan mantan Ketua Ko Sheng-sheng yang saat ini berada di Taiwan, telah membantu berkoordinasi dengan agen perjalanan untuk mengatur penerbangan sewaan.

    Sejak 6-12 Juli 2021, 72 orang Taiwan di Indonesia dipastikan mengidap penyakit itu. Sebanyak 10 orang di antaranya telah pulih, sementara empat telah meninggal.

    Chen Chung, kepala kantor perwakilan Taiwan di Jakarta, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengevakuasi warga negara Taiwan dari Indonesia jika diperlukan.

    FOCUS TAIWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.