AS Peringatkan China Tak Ganggu Filipina di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa dari sekitar 220 kapal Cina yang dilaporkan oleh Penjaga Pantai Filipina, dan diyakini diawaki oleh personel milisi maritim Cina, difoto di Whitsun Reef, Laut Cina Selatan, 7 Maret 2021. [Penjaga Pantai Filipina / Satuan Tugas Nasional-Filipina Barat Sea / Handout melalui REUTERS.]

    Beberapa dari sekitar 220 kapal Cina yang dilaporkan oleh Penjaga Pantai Filipina, dan diyakini diawaki oleh personel milisi maritim Cina, difoto di Whitsun Reef, Laut Cina Selatan, 7 Maret 2021. [Penjaga Pantai Filipina / Satuan Tugas Nasional-Filipina Barat Sea / Handout melalui REUTERS.]

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat mengulangi peringatan kepada China agar tak mengganggu Filipina di Laut Cina Selatan. Serangan terhadap angkatan bersenjata Filipina di Laut China Selatan akan memicu perjanjian pertahanan bersama AS-Filipina tahun 1951.

    Menteri Luar Negeri Antony Blinken membuat pernyataan tertulis dalam ulang tahun ke-5 keputusan pengadilan arbitrase yang menolak klaim China atas Laut Cina Selatan.

    China mengklaim sebagian besar perairan yang disebut sembilan garis putus, di Laut Cina Selatan. Wilayah itu juga diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Pada hari Jumat pekan lalu, China menyatakan tak bisa menerima keputusan arbitrase tersebut.

    "Amerika Serikat menegaskan kembali kebijakan 13 Juli 2020 mengenai klaim maritim di Laut China Selatan," kata Blinken. Ia merujuk pada penolakan mantan Presiden Donald Trump atas klaim China terhadap sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan.

    “Kami juga menegaskan kembali bahwa serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum, atau pesawat terbang di Laut China Selatan akan meminta komitmen pertahanan bersama AS berdasarkan Pasal IV Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina tahun 1951,” ujar Blinken.

    Pasal perjanjian itu mengatakan sebagian bahwa setiap pihak mengakui bahwa serangan bersenjata di wilayah Pasifik terhadap salah satu pihak akan berbahaya bagi perdamaian dan keselamatannya sendiri. Perjanjian itu menyatakan bahwa Amerika Serikat akan bertindak untuk menghadapi bahaya bersama.

    Blinken sebelumnya telah membuat poin termasuk percakapan dengan menteri luar negeri Filipina pada 8 April 2021. Departemen Luar Negeri AS saat itu menegaskan kembali penerapan perjanjian di Laut Cina Selatan.

    Baca: China dekati Eropa, Xi Jinping Telepon PM Jerman dan Prancis

    REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.