Kasus COVID-19 Meningkat Pesat, Vietnam Perintahkan Lockdown di Ho Chi Minh

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis dengan pakaian pelindung berdiri di luar gedung yang dikarantina di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam, 29 Januari 2021. [REUTERS / Thanh Hue]

    Petugas medis dengan pakaian pelindung berdiri di luar gedung yang dikarantina di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam, 29 Januari 2021. [REUTERS / Thanh Hue]

    TEMPO.CO, Jakarta - Vietnam menjadi negara kesekian di Asia Tenggara yang kembali menerapkan lockdown. Dikutip dari Channel News Asia, lockdown itu akan berlaku di Ho Chi Minh mulai Jumat esok, 9 Juli, dan berjalan selama dua pekan.

    Keputusan lockdown diambil setelah jumlah kasus COVID-19 per hari di Vietnam meningkat pesat. Dari yang awalnya di bawah 50 kasus per hari di bulan April, Vietnam sekarang bisa menghadapi 1000 kasus COVID-19 per hari. Tren kenaikan itu terjadi sejak bulan Mei dengan kenaikan terbesar terjadi di bulan Juni. Ho Chi Minh tercatat sebagai episentrumnya.

    "Untuk mengontrol pandemi COVID-19, kota Ho Chi Minh harus berkomitmen untuk tegas," ujar Wali Kota Ho Chi Minh, Nguyen Thanh Phong, Rabu kemarin, 7 Juli 2021.

    Deputi Perdana Menteri Vu Doc Dam mendukung langkah yang diambil Ho Chi Minh. Ia mengaku sudah memperingatkan otoritas Ho Chi Minh jauh-jauh hari bahwa lockdown kemungkinan tak terhindarkan dan otoritas daerah harus siap berkorban demi keselamatan jangka panjang.

    Seperti kebijakan lockdown pada umumnya, warga diminta untuk tidak meninggalkan rumah selama lockdown berlangsung. Kalaupun harus keluar rumah, hal itu hanya diperbolehkan untuk membeli obat dan kebutuhan pokok. Diberitakan kemarin, seluruh supermarket di Ho Chi Minh menghadapi panic buying karena lockdown diberlakukan.

    Karena warga tidak diperbolehkan untuk meninggalkan Ho Chi Minh, 10 kota menutup akses dari kota tersebut. Dengan begitu, warga tidak bisa menggunakan transportasi publik untuk kabur.

    Sebelumnya, Vietnam menjadi salah satu contoh negara dengan pengendalian COVID-19 yang bagus. Bersama Taiwan, mereka dikenal karena kebijakan contact tracing yang cepat dan karantina yang tegas. Namun, kampanye vaksinasi yang lamban dan pembatasan sosial yang dilonggarkan diyakini berdampak ke jumlah kasus ketika varian baru COVID-19 muncul.

    Menurut keterangan Kementerian Kesehatan Vietnam, dari 100 juta warga, kurang dari 4 juta yang sudah divaksin. Menimbang kecepatan vaksinasi tersebut, Vietnam memperkirakan herd immunity baru akan dicapai pada 2022.

    Untuk menggenjot vaksinasi, pemerintah Vietnam mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri serta memesan dari luar negeri. Vietnam juga mendapat donasi dua juta dosis vaksin Moderna dari Amerika, bagian dari kebijakan donasi 80 juta dosis Presiden Joe Biden.

    Baca juga: Dikabarkan Bakal Lockdown, Panic Buying Terjadi di Ibu Kota Vietnam

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.