Dikabarkan Bakal Lockdown, Panic Buying Terjadi di Ibu Kota Vietnam

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung berjalan melewati penduduk setempat, yang telah kembali setelah melakukan perjalanan ke Da Nang, menunggu di pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam 10 Agustus 2020. [REUTERS / Kham / File Photo]

    Seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung berjalan melewati penduduk setempat, yang telah kembali setelah melakukan perjalanan ke Da Nang, menunggu di pusat pengujian penyakit virus corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam 10 Agustus 2020. [REUTERS / Kham / File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu kota Vietnam, Ho Chi Minh, menghadapi panic buying seiring dengan beredarnya kabar lockdown bakal diterapkan. Di berbagai supermarket, kebutuhan-kebutuhan pokok habis dilibas pembeli untuk bertahan hidup selama lockdown diberlakukan. Menurut keterangan para penjaga supermarket, panic buying sudah terjadi sejak Selasa kemarin.

    "Mereka membeli segalanya dan sekarang saya tidak bisa membeli bahan apapun untuk anak saya, bahkan telur sekalipun," ujar salah satu warga Vietnam, Huong, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 7 Juli 2021.

    Aksi serupa tidak hanya terjadi di supermarket, tetapi juga di pasar tradisional dan pasar basah. Alhasil, per berita ini ditulis, kedua jenis pasar tersebut telah ditutup di mana mempersulit warga yang belum belanja apapun.

    "Banyak rak-rak makanan sudah kosong dan saya benar-benar khawatir akan situasi selanjutnya," ujar warga Vietnam lainnya yang bernama Truong Thi Ngoc.

    Pengendara membawa barang belanjaannya menggunakan motor setelah pemerintah Vietnam melonggarkan aturan lockdown di tengah pandemi COVID-19 di Ho Chi Minh, Vietnam, 25 April 2020. REUTERS/Yen Duong

    Sejauh ini, Pemerintah Vietnam belum sekalipun menyatakan bakal ada lockdown. Walau begitu, di kalangan warga sudah beredar spekulasi bahwa lockdown akan dilakukan untuk menekan penyebaran virus COVID-19 yang kian ganas.

    Vietnam, per berita ini ditulis, tercatat memiliki 22.341 kasus dan 97 kematian akibat COVID-19. Awalnya, Vietnam tergolong berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dengan kebijakan pembatasan sosialnya yang ketat. Sepanjang Januari hingga Maret, jumlah kasus per hari ini tidak pernah menyentuh angka ratusan.

    Situasi berubah di bulan Mei. Secara cepat jumlah kasus baru per hari meningkat di bulan Mei. Dari yang awalnya puluhan, menjadi ratusan dan terus naik hingga ribuan di bulan Juni. Menurut laporan Channel News Asia, Ho Chi Minh, menjadi penyumbang kasus terbesar.

    Perdana Menteri Vietnam, Pham Minch Chinh, tidak menyangkal potensi lockdown. Ia berkata, nyawa manusia adalah prioritas utama dalam pengendalian pandemi walaupun ekonomi bakal terganggung nantinya.

    Baca juga: Waktu Karantina Turis Asing ke Ha Long Bay Vietnam akan Dikurangi

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.