Israel Kirim Vaksin Pfizer Hampir Kedaluwarsa ke Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    Seorang perawat ikut serta dalam latihan simulasi vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di pusat vaksinasi COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, 9 Februari 2021. [REUTERS / Kim Hong-Ji / Pool]

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel akan mengirimkan sekitar 700 ribu dosis vaksin Pfizer  yang sudah mepet tanggal kadarluwarsanya ke Korea Selatan pada bulan ini. Sebagai gantinya, Korea Selatan mengirimkan jumlah yang sama vaksin virus corona, yang sudah dipesan ke Pfizer pada September dan Oktober nanti. 

    Korea Selatan sedang ngebut dalam program imunisasi massal vaksin virus corona. Hanya saja, negeri gingseng tersebut terseok-seok memenuhi jumlah stok vaksin virus corona di tengah seretnya suplai vaksin Covid-19 secara global, khususnya di wilayah Asia.

    “Ini adalah sebuah keputusan win-win solution. Bersama-sama, kita bisa mengalahkan pandemi,” kata Perdana Menteri Isreal Naftali Bennett, Selasa, 6 Juli 2021.

    Seorang pria mendapat vaksin influenza di cabang Asosiasi Promosi Kesehatan Korea di Seoul, Korea Selatan, 23 Oktober 2020. Remaja berusia 17 tahun adalah yang pertama dilaporkan meninggal selama kampanye pemerintah untuk memvaksinasi demi mencegah komplikasi virus corona. REUTERS/Kim Hong-Ji

        

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Korea Selatan belum mau berkomentar banyak perihal ini. Kabar mengenai ini, pertama kali diwartakan oleh surat kabar asal Israel Haaretz. 

    Israel sejauh ini sudah memberikan suntikan vaksin virus corona pada sekitar 55 persen warganya atau salah satu yang tercepat di dunia. Sedangkan Korea selatan pada akhir pekan lalu mengatakan berharap bisa melakukan imunisasi massal lebih cepat dari target, yakni sebelum November 2021, dengan mengimunisasi dosis pertama pada setidaknya 70 persen populasinya. Korea Selatan lebih memilih vaksin virus corona jenis mRNA, yang salah satunya adalah buatan Pfizer.

    Baca juga: Survei UI: 44 Persen Pengemudi Gojek Saling Bantu di Masa Pandemi

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.