25 Orang Tewas Dalam Serangan Baru Militer Myanmar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Myanmar berjalan di sepanjang jalan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    Tentara Myanmar berjalan di sepanjang jalan selama protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, 28 Februari 2021. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan ke warga oleh militer masih terjadi di Myanmar. Dikutip dari kantor berita Reuters, Militer Myanmar membunuh 25 orang dalam serbuan yang terjadi pada Jumat pekan lalu, 2 Juli 2021.

    Serangan tersebut terjadi di kota Depayin, Sagaing, kurang lebih 300 kilometer di utara ibu kota Myanmar, Naypyidaw. Menurut keterangan saksi mata, yang enggan disebutkan namanya, empat truk berisi tentara tiba di Depayin pada pagi hari sebelum memulai serangan ke warga.

    Saksi mengatakan, para warga yang tergabung dalam Pasukan Pertahanan Rakyat mencoba bertahan dari serangan militer. Namun, persenjataan yang terbatas menyebabkan mereka tak bisa berbuat banyak untuk menghentikan serangan militer.

    "Ada banyak orang sekarat di peternakan dan rel-rel kereta api. Militer menembak apapun yang bergerak," ujar saksi tersebut, menambahkan bahwa pamannya ikut mati dalam serangan oleh Militer Myanmar.

    Media independen di Myanmar, Myanmar Now, melaporkan bahwa belum semua korban terhitung dalam peristiwa itu. Mereka menyakini jumlah korban lebih dari 30. Selain itu, mereka mengatakan ada 10 ribu warga yang terpaksa kabur dari Depayin akibat serangan militer.

    Akun Pasukan Pertahanan Rakyat Depayin di Facebook menambahkan, ada 18 anggota mereka dari puluhan warga yang tewas. Adapun anggota mereka yang bertahan hidup dan mengalami luka-luka ada 11 orang.

    Militer Myanmar, per berita ini ditulis, belum memberikan keterangan resmi. Walau begitu, media milik Pemerintah Myanmar, Global New Light, mengklaim Pasukan Pertahanan Rakyat yang menyerang lebih dulu sehingga baku tembak tak terhindarkan.

    "Teroris bersenjata mencegat patroli keamanan yang tengah berjalan, membunuh salah satu anggota kami dan mencederai enam orang. Penyerang kabur setelah aksi balasan dari militer," ujar laporan Global New Light yang dikutip dari Reuters.

    Serangan Militer Myanmar terhadap rakyat terjadi sejak 1 Februari lalu. Hal itu bermula dari kudeta yang digagas oleh Panglima Militer Jenderal Min Aung Hlaing. Kurang lebih ada 880 orang tewas dan 5200 ditahan sejak serangan kepada rakyat dimulai.

    Baca juga: Panglima Militer Myanmar Ulang Tahun, Pengunjuk Rasa Beri Kado Peti Mati

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.