Uni Eropa Sarankan Lansia di Atas 60 Tahun Hindari Vaksin AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah jarum suntik berisikan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang akan diuji coba pada manusia di Wits RHI Shandukani Research Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Agustus 2020. Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh para peneliti Universitas Oxford. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    Sebuah jarum suntik berisikan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang akan diuji coba pada manusia di Wits RHI Shandukani Research Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, 27 Agustus 2020. Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh para peneliti Universitas Oxford. REUTERS/Siphiwe Sibeko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat Uni Eropa khusus penanganan Covid-19, Marco Cavaleri, menghimbau negara-negara di dunia sebaiknya menghindari pemberian vaksin virus corona AstraZeneca pada lansia di atas 60 tahun.

    Imbauan itu disampaikan di tengah – tengah kekhawatiran pembekuan darah dan semakin banyaknya pilihan vaksin virus corona yang ada saat ini.

    Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada warga di Rusun Rawa Bebek, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Badan Medis Eropa (EMA) menilai vaksin virus corona AstraZeneca aman untuk semua kalangan usia. Hanya saja, beberapa negara anggota Uni Eropa telah menghentikan pemberian vaksin itu pada kalangan usia tertentu, biasanya untuk kalangan usia 50 tahun – 60 tahun dan tidak lebih dari itu. Batasan itu lantaran kasus langka pembekuan darah, yang kebanyakan terjadi pada kalangan anak muda.

    “Dalam kontek sebuah pandemi, posisi kami adalah rasio risio dan manfaat tetap memberikan manfaat bagi semua kelompok usia,” kata Cavaleri.

    Menurutnya, sekarang ini jumlah kasus positif Covid-19 sedang menurun dan risiko populasi muda tertular virus corona pun menjadi berkurang. Dia berpandangan akan lebih baik menggunakan vaksin virus corona berdasarkan teknologi mRNA, contohnya vaksin virus corona Moderna dan BioNTech.

       

    “Ya dan banyak negara, seperti Jerman dan Prancis. Sebab saat ini ketersediaan vaksin mRNA juga banyak,” kata Cavaleri, saat ditanya apakah otoritas kesehatan harus menghindari pemberian vaksin virus corona AstraZeneca pada orang-orang usia 60 tahun ke atas.  

    Sebelumnya pada Jumat kemarin, 11 Juni 2021, Italia akan melarang penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca pada lansia usia 60 tahun ke atas setelah seorang remaja meninggal karena mengalami pembekuan darah usai disuntik vaksin virus corona AstraZeneca.

    Baca juga: Studi: Pendarahan dan Penggumpalan Darah Pascavaksinasi Covid-19 AstraZeneca  

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.