Inventor Korea Selatan Ciptakan Teknologi Mata Ketiga untuk Pecandu Smartphone

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer industri Korea Selatan Paeng Min-wook menampilkan mata robot, yang disebut

    Desainer industri Korea Selatan Paeng Min-wook menampilkan mata robot, yang disebut "The Third Eye" atau Mata Ketiga, di dahinya saat ia menggunakan ponselnya saat berjalan di jalan, di Seoul, Korea Selatan, 31 Maret 2021.[REUTERS/Minwoo Park]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang desainer industri Korea Selatan menciptakan perangkat bernama "Mata Ketiga" untuk orang yang kecanduan smartphone agar mereka bisa bermain ponsel tanpa menabrak obyek di depannya.

    Paeng Min-wook, 28 tahun, telah mengembangkan bola mata robot The Third Eye, yang dapat diikatkan ke dahi oleh pengguna ponsel obsesif sehingga mereka dapat menjelajahi internet ponsel tanpa cedera saat bepergian.

    Perangkat membuka kelopak mata tembus pandang setiap kali merasakan kepala pengguna menunduk untuk melihat smartphone. Saat pengguna berada dalam jarak satu hingga dua meter dari rintangan, perangkat akan berbunyi bip untuk memperingatkan bahaya yang akan datang.

    "Ini adalah tampilan masa depan umat manusia dengan tiga mata," kata Paeng, seorang pascasarjana dalam teknik desain inovasi di Royal College of Art dan Imperial College London, dikutip dari Reuters, 5 Juni 2021.

    "Karena kita tidak bisa mengalihkan pandangan dari smartphone, mata ekstra akan dibutuhkan di masa depan," ujarnya.

    Penemuan Paeng menggunakan sensor gyro untuk mengukur sudut miring leher pengguna dan sensor ultrasonik untuk menghitung jarak antara mata robot dan rintangan apa pun. Kedua sensor dihubungkan ke mikrokontroler papan tunggal sumber terbuka, dengan paket baterai.

    Demonstrasi perangkat Paeng di Seoul minggu ini menarik perhatian orang yang lewat.

    "Saya pikir dia tampak seperti alien dengan mata di dahinya," kata warga Seoul Lee Ok-jo. "Saat ini banyak anak muda kemungkinan mengalami kecelakaan saat menggunakan ponsel mereka. Ini akan baik untuk mereka."

    Paeng mengatakan The Third Eye dimaksudkan sebagai peringatan, bukan solusi nyata bagi pecandu smartphone yang tidak memperhatikan kemana mereka pergi.

    "Dengan menghadirkan solusi yang menyindir ini, saya berharap orang-orang akan menyadari parahnya kecanduan gawai mereka dan melihat kembali diri mereka sendiri," katanya saat mendemonstrasikan penggunaan "Mata Ketiga" The Third Eye dengan berjalan sambil bermain smartphone di sekitar Seoul.

    Baca juga: Paus Fransiskus Mau Orang Saling Bercakap daripada Bermain Ponsel

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.