6 Tahun Rugi, Ponsel Pintar LG Bakal Mundur dari Pasar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo LG. lg.com

    Logo LG. lg.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan LG Elektonik akan memangkas divisi ponsel pintarnya setelah gagal menemukan pembeli (buyer). Itu akan menjadi langkah terbesar yang dilakukan LG untuk benar-benar menarik diri dari pasar di segmen ponsel pintar.

    Keputusan LG ini akan membuat perusahaan itu meninggalkan 10 persen sahamnya di Amerika Utara, di mana di sana LG ada di urutan ketiga. Pasar yang ditinggalkan LG akan menjadi kesempatan bagi Samsung Electronics untuk merebutnya. Sedangkan Apple Inc yang bersaing dengan Samsung Electornics mungkin harus bertepuk sebelah tangan.  

    “Di Amerika Serikat, LG menyasar kalangan atas. Begitu pula dengan Samsung dan Apple. Itu artinya (penarikan ini), Samsung akan lebih menarik bagi para pengguna LG,” kata Ko Eui-young, analis dari Hi Investment & Securities.

    Pengunjung melihat ponsel terbaru LG V50 yang dilengkapi dengan Dual Screen yang diluncurkan dalam acara Mobile World Congress di Barcelona, 23 Februari 2019. LG V50 menggunakan prosesor Snapdragon 855 dengan modem Qualcomm X50. REUTERS/Albert Gea

    Divisi ponsel pintar LG mengalami kerugian selama hampir enam tahun dengan total kerugian sekitar USD.4,5 miliar atau Rp 65 triliun. Dengan keluar dari pasar ponsel pintar yang sangat kompetitif, ini bisa membuat LG lebih fokus pada sektor-sektor bisnisnya yang mengalami pertumbuhan, seperti komponen kendaraan listrik, perangkat penghubung dan rumah pintar (berteknologi tinggi).     

    Baca juga: LG Energy Solution Berharap Bisa Membangun Pabrik Baterai di Georgia 

    Dalam masa jayanya, LG pernah menjadi perusahaan yang pertama kali mengeluarkan ke pasar ponsel yang inovatif, yang memiliki ultra-wide angle kamera. Puncaknya pada 2013, LG menjadi manufaktur terbesar ketiga di dunia untuk ponsel pintar setelah Samsung dan Apple.

    Akan tetapi model-model andalan LG mengalami ‘kecelakaan’, baik di software dan hardware yang dikombinasikan dengan pembaruan software terbaru, namun yang lebih lambat sehingga membuat ponsel pintar LG turun perlahan. Sejumlah analis juga mengkritisi LG kurang keahlian dalam marketing di banding rival-rivalnya dari Cina.

             

    Merek ponsel pintar yang sekarang ini sudah benar-benar hilang dari pasaran adalah Nokia, HTC dan Blackberry. Sedangkan LG saat ini memiliki market share secara global sekitar 2 persen.

    Data dari Counterpoint memperlihatkan pada 2020 lalu, LG mengirimkan sekitar 23 juta ponsel pintar. Jumlah itu sangat sedikit jika dibanding dengan Samsung yang mengirimkan 256 juta ponsel pintar untuk dijual.    

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.