Facebook Tak Lagi Larang Postingan yang Duga COVID-19 Diciptakan Manusia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Facebook (REUTERS)

    Ilustrasi Facebook (REUTERS)

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook mengubah kebijakannya soal postingan yang menduga atau mengklaim COVID-19 diciptakan manusia. Dikutip dari Channel News Asia, Facebook tak lagi melarang postingan tersebut atau sejenisnya. Hal itu menyusul perkembangan terbaru soal investigasi asal virus Corona (COVID-19).

    "Merespon perkembangan terbaru soal investigasi asal virus corona (COVID-19) dan konsultasi dengan pakar kesehatan, kami tak akan lagi menghapus postingan yang mengklaim COVID-19 diciptakan manusia," ujar Facebook dalam keterangan persnya, Kamis, 27 Mei 2021.

    Facebook melanjutkan bahwa mereka akan terus berkoodinasi dengan pakar kesehatan untuk merespon segala perkembangan terkait pandemi COVID-19, tak terkecuali penyelidikannya. Oleh karenanya, kata mereka, tak tertutup kemungkinan kebijakan berubah lagi ke depannya untuk mengikuti tren atau fakta terbaru.

    Bagi yang ingin terus memantau perkembangan kebijakan soal post terkait COVID-19, Facebook menyatakan telah menyediakan laman soal itu. Alamatnya https://bit.ly/2RPkEIa. Di dalamnya tercatat segala klaim soal COVID-19 yang dilarang atas masukan pakar kesehatan.

    Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertugas menyelidiki asal muasal virus corona atau COVID-19 mengunjungi pameran tentang Cina memerangi Covid-19 di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 30 Januari 2021. Tim WHO sendiri hendak memusatkan penyelidikan mereka pada lembaga virologi di Wuhan, di mana salah satu laboratorium penelitian virus top Cina. REUTERS/Thomas Peter

    "Kami sudah menghapus kurang lebih 16 juta postingan yang melanggar kebijakan kami soal misinformasi COVID-19 dan vaksin," ujar keterangan pers Facebook.

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Joe Biden mengatakan bahwa agensi-agensi intelijen Amerika terpecah soal investigasi asal-usul COVID-19. Agensi-agensi tersebut, kata ia, ada yang menyakini virus berasal dari kontak manusia dan hewan, ada juga yang menyakini berasal dari kebocoran laboratorium.

    Atas hal itu, Joe Biden meminta agensi-agensi intelijen Amerika untuk meningkatkan penyelidikannya soal asal-usul COVID-19. Di saat bersamaan, WHO mulai membahas kemungkinan investigasi kedua ke Cina. Sebab, para pakar WHO mengeluhkan soal dibatasinya akses selama penyelidikan oleh Cina. Mereka menganggap apa yang mereka lakukan lebih seperti audit laporan Cina dibanding investigasi.

    Pada investigasi asal virus Corona Januari lalu, para pakar WHO pimpinan Ben Embarek melaporkan COVID-19 tidak diciptakan oleh manusia, namun dibawa oleh hewan liar. Mereka juga melaporkan virus tidak berasal dari Cina, namun dari luar negeri. Walau begitu, mereka menyatakan ada potensi penelusuraan dugaan wabah COVID-19 dimulai dari hewan beku.


    Baca juga: Joe Biden Perintahkan Intelijen AS Selidiki Asal-Usul Virus Corona

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.