500 Ribu Warga India Mengungsi Akibat Topan Yaas

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pria memindahkan perahu nelayan ke tempat yang lebih aman di sepanjang pantai menjelang Topan Tauktae di Veraval di negara bagian barat Gujarat, India, 17 Mei 2021. REUTERS/Amit Dave

    Sejumlah pria memindahkan perahu nelayan ke tempat yang lebih aman di sepanjang pantai menjelang Topan Tauktae di Veraval di negara bagian barat Gujarat, India, 17 Mei 2021. REUTERS/Amit Dave

    TEMPO.CO, - Ratusan ribu penduduk desa di sepanjang pantai dataran rendah India timur dan Bangladesh mengungsi karena banjir yang diakibatkan Topan Yaas. Sedikitnya lima orang tewas akibat topan ini, menurut pejabat dua negara.

    Topan Yaas menerobos negara bagian Odisha di India timur pada Rabu dengan kecepatab hingga 140 km/jam dan memicu gelombang pasang di negara bagian Benggala Barat serta di Bangladesh.

    Sekitar 500 ribu orang berada di pengungsian di Benggala Barat dan para pejabat mengatakan mereka telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko potensi penyebaran virus

    "Tempat pengungsian memiliki ruang karantina bagi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19 seperti demam, sakit tenggorokan, sakit badan," kata Indranil Bargi, seorang petugas medis di daerah Gosaba, kepada Reuters, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 27 Mei 2021.

    Topan ini merupakan yang kedua melanda India dalam sepekan dan membuat negara itu kian tertekan di saat mereka sedang berjuang melawan gelombang kedua mematikan dari infeksi virus corona.

    Petugas bantuan mengirimkan makanan dan air kepada orang-orang yang terdampar di 124 desa di Odisha, kata birokrat tertinggi negara bagian Suresh Mahapatra. Setidaknya dua orang tewas di negara bagian itu

    Sementara pihak berwenang di Bangladesh melaporkan desa-desa banjir karena hujan lebat dan gelombang pasang. Tiga orang tewas, dua tenggelam dan lainnya tertimpa pohon, kata seorang pejabat di Badan Penanggulangan Bencana.

    Topan Yaas telah melemah pada hari ini dan sedang bergerak ke pedalaman di negara bagian Jharkhand, India.

    Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di India Capai 300 Ribu

    Sumber: CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.