Singapura Setujui Penggunaan Sementara Tes Rapid Napas Covid-19

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota staf mendemonstrasikan penggunaan alat tes breathalyzer Breathonix yang dikembangkan oleh Breathonix, sebuah perusahaan rintisan oleh National University of Singapore, yang mampu mendeteksi penyakit virus corona (COVID-19) dalam satu menit menurut perusahaan, di laboratorium mereka di Singapura 29 Oktober 2020. [REUTERS / Chen Lin]

    Seorang anggota staf mendemonstrasikan penggunaan alat tes breathalyzer Breathonix yang dikembangkan oleh Breathonix, sebuah perusahaan rintisan oleh National University of Singapore, yang mampu mendeteksi penyakit virus corona (COVID-19) dalam satu menit menurut perusahaan, di laboratorium mereka di Singapura 29 Oktober 2020. [REUTERS / Chen Lin]

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Singapura untuk sementara menyetujui tes rapid napas Covid-19 untuk memeriksa apakah seseorang terinfeksi virus corona dalam waktu kurang dari satu menit, menurut startup lokal yang mengembangkan produk tersebut.

    Breathonix, perusahaan rintisan dari National University of Singapore (NUS), mengatakan bekerja dengan kementerian kesehatan untuk menjalankan uji coba penerapan teknologi di salah satu titik perbatasan negara kota dengan Malaysia.

    Analisis napas akan dilakukan bersamaan dengan tes rapid antigen Covid-19 wajib saat ini, dikutip dari Reuters, 24 Mei 2021.

    Tes napas mencapai akurasi lebih dari 90% dalam uji klinis percontohan yang berbasis di Singapura, kata perusahaan itu tahun lalu.

    Situs web Otoritas Ilmu Kesehatan mengkonfirmasi persetujuan penggunaan tes rapid napas Covid-19 tersebut, yang menurut perusahaan merupakan sistem pertama yang memperoleh otorisasi sementara di Singapura.

    Sistem ini menggunakan corong sekali pakai dan dirancang untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang. Setelah meniup alat tersebut, teknologi tersebut menilai senyawa kimia dari napas untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.

    Setiap individu yang diskrining sebagai positif harus menjalani tes usap Covid-19 reaksi berantai polimerase (PCR), kata perusahaan itu.

    Breathonix mengatakan sedang berdiskusi dengan beberapa organisasi lokal dan luar negeri untuk menggunakan sistem tersebut, dengan alasan minat komersial yang kuat. Negara lain, termasuk Indonesia dan Belanda, telah melakukan tes rapid napas Covid-19 serupa.

    Baca juga: Belanda Luncurkan Alat Tes Rapid Napas Covid-19

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.