Uni Eropa Siap-siap Longgarkan Aturan untuk Pelancong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Merpati berkumpul di alun-alun Piazza del Duomo yang terlihat sepi saat diberlakukannya Lockdown, dimana warga hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk bekerja, alasan kesehatan atau keadaan darurat, guna mencegah penyebaran Virus Corona di Milan, Italia, 6 November 2020. Aturan lockdown, warga Italia untuk tidak keluar rumah pada pukul 10 malam hingga 5 pagi. REUTERS/Daniele Mascolo

    Merpati berkumpul di alun-alun Piazza del Duomo yang terlihat sepi saat diberlakukannya Lockdown, dimana warga hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk bekerja, alasan kesehatan atau keadaan darurat, guna mencegah penyebaran Virus Corona di Milan, Italia, 6 November 2020. Aturan lockdown, warga Italia untuk tidak keluar rumah pada pukul 10 malam hingga 5 pagi. REUTERS/Daniele Mascolo

    TEMPO.CO, Jakarta - Negara-negara Uni Eropa pada Rabu, 19 Mei 2021, sepakat untuk melonggarkan aturan melakukan perjalanan bagi para pelancong dari negara non-Uni Eropa. Dengan kelonggaran aturan tersebut, maka diharapkan bisa membuka pintu bagi pelancong dari Inggris dan warga Amerika Serikat yang sudah disuntik vaksin virus corona.

    Sumber di Uni Eropa mengatakan total ke-27 Duta Besar anggota Uni Eropa menyetujui proposal yang disorongkan oleh Komisi Eropa. Dalam proposal itu disebutkan mulai 3 Mei 2021 aturan perjalanan dilonggarkan untuk para pelancong dari negara-negara aman dan turis yang sudah mendapat suntik vaksin virus corona dari negara manapun.

    Orang-orang yang memakai masker berjalan di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Prancis, 22 Januari 2021. [REUTERS / Gonzalo Fuentes]

    Rencananya Uni Eropa akan menyusun daftar baru pada pekan ini atau awal pekan depan. Berdasarkan data dari European Centre for Disease Control and Prevention, Inggris dan beberapa negara lainnya memenuhi kriteria dari Uni Eropa tersebut.

    Sedangkan untuk pelancong dari Amerika Serikat, mereka diperbolehkan masuk Uni Eropa asal bisa membuktikan sudah mendapat imunisasi vaksin virus corona. Salah satu diplomat dari Uni Eropa mengatakan kasus varian baru Covid-19 dari India yang ada di Inggris, harus menjadi hal yang benar-benar dipertimbangkan kendati setiap negara anggota Uni Eropa punya kebijakan masing-masing.

    Sebelumnya pada Senin, 18 Mei 2021, Portugal telah mencabut larangan masuknya turis dari Inggris ke negara itu.

    Di bawah aturan Uni Eropa saat ini, pelancong dari tujuh negara boleh masuk ke Uni Eropa untuk liburan terlepas apakah mereka sudah mendapat imunisasi vaksin virus corona atau belum. Diantara tujuh negara itu adalah Australia, Israel dan Singapura.   

    Sedangkan pelancong di luar dari tujuh negara tersebut, masih bisa masuk Uni Eropa selama bisa menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 atau bersedia menjalani karantina.

    Baca juga:Uni Eropa Ingin Sambut Turis yang Sudah Divaksin Musim Panas Ini

    Sumber: Reuters   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.