Dua Paus Sirip yang Hampir Punah Tewas oleh Kapal Perang Australia

HMAS Sydney Royal Australian Navy diluncurkan pada 2018.[Royal Australian Navy]

TEMPO.CO, Jakarta - Dua ekor ikan paus yang terancam punah dievakuasi dari lambung kapal perang Australia setelah kapal perang itu berlabuh di San Diego akhir pekan lalu, menurut Angkatan Laut Australia.

Paus tersebut ditemukan di dekat kapal perang HMAS Sydney, yang berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, pelabuhan utama Armada Pasifik Angkatan Laut AS.

"Angkatan Laut menganggap serius keselamatan mamalia laut dan menyesal insiden ini terjadi," kata pernyataan dari angkatan laut Australia.

Angkatan laut Australia dan AS, bersama dengan US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Fisheries, yang mengawasi sumber daya laut sedang menyelidiki kasus ini, kata pernyataan itu, dikutip dari CNN, 13 April 2021.

Afiliasi CNN 10News di San Diego melaporkan mamalia yang mati itu adalah paus sirip, spesies paus terbesar kedua di dunia, di belakang hanya paus biru. Salah satu paus panjangnya sekitar 20 meter dan yang lainnya sekitar 7,6 meter.

San Diego Union-Tribune melaporkan paus 20 meter berkelamin betina dan yang kecil kemungkinan adalah anaknya.

Lembar fakta NOAA Fisheries tentang paus sirip mencantumkan mereka sebagai spesies yang terancam punah di bawah Undang-Undang Spesies Terancam Punah, dengan populasi sekitar 3.200 di lepas Pantai Barat AS. Paus tersebut pernah diburu secara ekstensif, tetapi hari ini ancaman terbesar mereka adalah diserang oleh sebuah kapal.

HMAS Sydney adalah kapal perusak berpeluru kendali sepanjang 146,7 meter dengan bobot 7.000 ton, menurut angkatan laut Australia.

Menurut ABC, HMAS Sydney adalah kapal perusak Kelas Hobart yang memiliki kemampuan pertahanan udara, pertempuran permukaan, dan pertempuran bawah laut, dan pengawasan.

HMAS Sydney diawaki 180 kru dan memiliki kemampuan sonar dan radar.

Serangan paus oleh kapal angkatan laut jarang terjadi, kata Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS.

"Paus dapat mendengar kapal dari jarak bermil-mil jauhnya dan umumnya menghindari kapal yang menggunakan sonar frekuensi menengah dan frekuensi rendah bertenaga tinggi karena mengganggu pendengaran mereka," kata Schuster.

Sonar frekuensi rendah dapat membingungkan paus di perairan dangkal, kata Schuster, tetapi kapal Australia dilengkapi dengan sonar frekuensi tinggi.

Namun, laporan NOAA Fisheries mengatakan insiden kapal perang Australia dapat terjadi saat ikan paus mencari makan dan bermigrasi di perairan pesisir, terutama di jalur pelayaran berat seperti yang ada di California Selatan.

Baca juga: 5 Kapal Perang Australia Tantang Cina di Laut Cina Selatan

CNN | THE SAN DIEGO UNION-TRIBUNE | ABC






Gara-Gara Podcast, Pembunuhan di Australia Terungkap setelah 40 Tahun

4 jam lalu

Gara-Gara Podcast, Pembunuhan di Australia Terungkap setelah 40 Tahun

Mantan guru di Australia, yang menjadi subjek podcast "The Teacher's Pet" dijatuhi hukuman 24 tahun penjara karena membunuh istrinya 40 tahun lalu


2.500 Orang Telanjang dan Berpose di Pantai Bondi Australia

1 hari lalu

2.500 Orang Telanjang dan Berpose di Pantai Bondi Australia

Sekitar 2.500 orang berpose telanjang di Pantai Bondi, Australia pada pekan lalu.


Piala Dunia, Australia Lolos ke 16 Besar Kalahkan Denmark dengan Skor 1-0

1 hari lalu

Piala Dunia, Australia Lolos ke 16 Besar Kalahkan Denmark dengan Skor 1-0

Timnas Australia menahan Denmark di pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Stadion Al Janoub itu melalui serangan balik pada menit ke-60.


Australia Akan Membentuk Pengawas Antikorupsi untuk Menyelidiki Politikus

2 hari lalu

Australia Akan Membentuk Pengawas Antikorupsi untuk Menyelidiki Politikus

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memperkenalkan RUU Antikorupsi ke parlemen untuk memulihkan kepercayaan publik.


Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

2 hari lalu

Temui Pimpinan Politik Australia, AHY Bicara Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

AHY menyampaikan sejumlah isu pokok di berbagai forum tersebut. Di antaranya, menyoroti multilateralisme yang bermasalah.


Prediksi Australia vs Denmark di Laga Penentu Piala Dunia 2022 Rabu Malam Ini

2 hari lalu

Prediksi Australia vs Denmark di Laga Penentu Piala Dunia 2022 Rabu Malam Ini

Christian Eriksen dan rekan-rekannya harus mengatasi masalah tumpulnya lini serang di laga terakhir grup Piala Dunia 2022, Australia vs Denmark.


Australia Kembalikan Denda yang Dijatuhkan pada Pelanggar Protokol Covid

3 hari lalu

Australia Kembalikan Denda yang Dijatuhkan pada Pelanggar Protokol Covid

Pemerintah New South Wales, Australia, akan mengembalikan puluhan ribu denda terkait pandemi Covid-19, karena tidak sah secara hukum


Eks Pilot Militer AS Ditahan dengan Pengamanan Ketat di Australia, Pengacara: Mirip Teroris

3 hari lalu

Eks Pilot Militer AS Ditahan dengan Pengamanan Ketat di Australia, Pengacara: Mirip Teroris

Mantan pilot militer AS, Daniel Edmund Duggan, ditangkap di Australia, pada pekan yang sama Inggris dan Australia mengeluarkan peringatan soal China


Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

4 hari lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Rio Tinto Capai Kesepakatan Bersejarah dengan Etnis Aborigin

4 hari lalu

Rio Tinto Capai Kesepakatan Bersejarah dengan Etnis Aborigin

Kesepakatan keuangan tidak diungkap dalam kesepakatan antara Rio Tinto dan kelompok etnis Aborigin.