Uni Eropa Kecam Serangan Roket Hamas ke Israel

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, - Uni Eropa mengecam serangan roket Hamas ke Israel. Mereka mendesak semua pihak menahan diri untuk mencegah korban sipil lebih lanjut.

    "Penembakan roket dari Gaza terhadap penduduk sipil di Israel sama sekali tidak dapat diterima dan memicu dinamika eskalasi," kata Uni Eropa dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin malam, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 11 Mei 2021.

    Sebelumnya Hamas menembakkan rentetan roket ke Israel, sementara militer Israel menggempur Gaza dengan serangan udara hingga Selasa dini hari.

    "Peningkatan kekerasan yang signifikan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Yerusalem Timur serta di dalam dan sekitar Gaza perlu segera dihentikan," bunyi pernyataan Uni Eropa itu.

    Uni Eropa sebelumnya juga mengutuk penggusuran keluarga Palestina oleh Israel di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Uni Eropa menyebut langkah Israel ini ilegal dan mengatakan bahwa mereka hanya meningkatkan ketegangan di lapangan.

    Situasi di Yerusalem masih tegang pasca kerusuhan di Masjid Al-Aqsa pada Senin kemarin. Dikutip dari kantor berita Reuters, Hamas mengklaim meluncurkan serangan roket tak lama setelah aparat Israel di Masjid Al-Aqsa bubar. Hal itu menyusul kabar sirene tanda darurat dan sejumlah ledakan terdengar di Yerusalem.

    "Kami bertanggung jawab atas serangan itu," klaim Hamas, Senin, 10 Mei 2021.

    Hamas, sebelumnya, sudah melempar sinyal bahwa mereka akan menyerang Israel terkait kerusuhan di Masjid Al-Aqsa. Ketika kerusuhan terjadi, mereka mengancam akan menyerang Israel apabila aparat mereka tidak segera membubarkan diri di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, Hamas juga meminta warga Palestina turun ke jalan dan melawan Israel.

    Baca juga: Presiden Erdogan Ajak Seluruh Negara Islam Lawan Israel

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...