Temui PM Vietnam, Presiden Jokowi Bahas Krisis Myanmar dan KTT ASEAN

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis Myanmar menjadi topik pembicaraan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PM Vietnam Phm Minh Chính. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, kedua pemimpin sama-sama khawatir soal situasi di Myanmar yang kian pelik.

    Adapun PM Vietnam memberikan apresiasi kepada Indonesia yang menginisiasi KTT ASEAN. PM Phm Minh Chính setuju bahwa perlu ada langkah konkrit untuk segera menyelesaikan krisis Myanmar dan KTT ASEAN bisa menjadi jalannya.

    "PM Vietnam menyatakan kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar. Presiden Jokowi menegaskan lagi bahwa posisi Indonesia sejak awal sudah jelas. (Salah satunya) Kesejahteraan dan keselamataan warga Myanmar harus menjadi prioritas," ujar Retno Marsudi dalam jumpa pers sore ini, Jumat, 23 April 2021.

    Selain kesejahteraan dan keselamatan warga Myanmar harus menjadi prioritas, Retno melanjutkan bahwa Presiden Jokowi juga mendukung penyelesaian krisis di Myanmar via dialog inklusif. Itu lah kenapa, kata Retno, Presiden Jokowi berharap pertemuan KTT ASEAN, yang dinamai ASEAN Leaders Meeting, bakal berujung pada keputusan terbaik untuk Myanmar.

    "ALM ini semata diselenggarakan untuk kepentingan rakyat Myanmar," ujar Retno Marsudi.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers soal Myanmar. dok. Kemenlu RI

    Per berita ini ditulis, situasi di Myanmar belum membaik. Jumlah korban jiwa dan warga yang dijadikan tahanan politik kian banyak. Untuk jumlah korban jiwa, misalnya, sudah mencapai 700 lebih dan diprediksi akan terus bertambah jika krisis Myanmar tak segera diakhiri.

    Krisis itu sendiri dipicu kudeta yang dilakukan Militer Myanmar pada 1 Februari lalu. Panglima Militer Myanmar Min Aung Hlaing memerintahkan penangkapan pejabat-pejabat pemerintahan mulai dari Presiden Win Myint hingga Penasihat Negara Aung San Suu Kyi.

    Ia menyakini para pejabat tersebut telah bermain curang di Pemilu Myanmar tahun lalu sehingga pantas untuk dikudeta. Adapun Min Aung Hlaing menjanjikan bakal ada pemilu baru untuk mencari pemimpin Myanmar yang "sah".

    Min Aung Hlaing dikabarkan bakal hadir dalam KTT ASEAN besok. Beberapa pihak menganggap hal itu sebagai momentum ASEAN untuk segera mencari solusi atas krisis Myanmar. Beberapa mengkritik kedatangannya, menyebut hal itu sama saja dengan ASEAN melegitimasi kepemimpinan junta Myanmar.

    Baca juga: Kedatangan Min Aung Hlaing Momentum KTT ASEAN Merespon Krisis Myanmar


    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.