Kelelahan Tangani COVID-19, Menteri Kesehatan Austria Mundur

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kesehatan bereaksi setelah menerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech ketika negara tersebut mulai vaksinasi terhadap virus corona, di Rumah Sakit Favoriten di Wina, Austria, 27 Desember 2020. REUTERS/Lisi Niesner

    Seorang petugas kesehatan bereaksi setelah menerima vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech ketika negara tersebut mulai vaksinasi terhadap virus corona, di Rumah Sakit Favoriten di Wina, Austria, 27 Desember 2020. REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Penanganan pandemi COVID-19 berdampak besar kepada Menteri Kesehatan Austria, Rudolf Anschober. Ia mengaku dibuat kelelahan dengan olehnya, belum menghitung urusan-urusan kesehatan lainnya. Oleh karenanya, per Selasa ini, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya.

    "Aku tidak mau merusak diriku sendiri. Ini adalah krisis kesehatan terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan Austria membutuhkan menteri kesehatan yang fit 100 persen. Saya bukan orang itu," ujar Anschober, dikutip dari Reuters, Selasa, 13 April 2021.

    Anschober melanjutkan bahwa selama 15 bulan menangani pandemi COVID-19, ia tidak memiliki satu hari libur sekalipun untuk beristirahat. Menurutnya, itulah periode terberat yang pernah ia alami sejak menjadi menteri kesehatan. Itulah kenapa, kata ia, dirinya tak kuat lagi mengerjakan tugas sebagai menteri dan khawatir tubuhnya akan hancur jika bertahan.

    "Saya menjalani masa 15 bulan yang benar-benar menantang. Bahkan, menurut saya, 15 bulan tersebut lebih terasa seperti 15 tahun," ujar Anschober.

    Sebelum menjadi Menteri Kesehatan Austria, Anschober adalah seorang jurnalis dan guru. Setelah bertahun-tahun menjalankan kedua profesi itu, ia kemudian terjun ke politik dan menjadi salah satu politisi yang terkenal di Austria.

    Selama pandemi, ia dikenal sebagai seorang politisi yang sabar dan 'lone wolf'. Seorang diri ia memperjuangkan lockdown atas Austria. Menurutnya, lockdown diperlukan untuk memastikan angka kasus COVID-19 di Austria tidak melonjak secara liar. Namun, perjuangannya itu ditolak oleh Kanselir Sebastian Kurz, seorang konservatif yang bersikeras pembatasan sosial perlu dilonggarkan untuk menggenjot pemulihan ekonomi Austria.

    Pemerintah Austria sendiri sudah menemukan pengganti untuk Anschober. Tak lama setelah Anschober mengumumkan pengunduran dirinya, dokter Wolfgang Mueckstein diangkat menjadi Menteri Kesehatan Austria yang baru. Ia dan Anschober akan melakukan serah terima jabatan pada Senin pekan depan.

    Menanggapi pemilihannya sebagai pengganti Anschober, Mueckstein menyatakan dirinya akan berusaha melanjutkan apa yang ditinggalkan Anschober. Ia, yang sebelumnya bekerja sebagai dokter umum di Vienna Medical Association, berjanji akan membantu warga Austria bersama-sama melewati pandemi COVID-19.

    "Saya ingin membantu kalian semua untuk bisa melewati pandemi COVID-19 bersama-sama sebaik mungkin," ujar Mueckstein.

    Per berita ini ditulis, Austria tercatat memiliki 581 ribu kasus dan 9.748 kematian akibat COVID-19. Adapun Austria sempat menjadi sorotan beberapa pekan lalu ketika kasus-kasus pembekuan darah muncul usai vaksinasi COVID-19 dengan produk AstraZeneca. Hal itu memicu keraguan dan pembatasan terhadap vaksin AstraZeneca yang belum mereda hingga sekarang.

    Baca juga: Menaker Austria Mundur Karena Diduga Lakukan Plagiat

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.