Gunakan Senapan Granat, Militer Myanmar Bunuh 80 Demonstran

Pengunjuk rasa anti kudeta membakar bendera Cina di Yangon, Myanmar 5 April 2021. [REUTERS / Stringer]

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Myanmar semakin keras dalam merespon demonstransi terhadap mereka. Perkembangan terbaru, Militer Myanmar mulai menggunakan senapan pelontar granat untuk memukul mundur para demonstran per Jumat kemarin. Hasilnya fatal dengan 80 demonstran di Yangon tewas karena senjata tersebut menurut laporan Asosiasi Bantuan Hukum untuk Tahanan Politik (AAPP).

Awalnya, detil dari pembunuhan yang berlokasi di kota Bago, 90 kilometer di timur laut Yangon, tersebut tidak terbuka lebar. Militer Myanmar sempat menutupinya dan kemudian mengumpulkan seluruh jenazah yang mereka bunuh di pagoda Zeyar Muni. Data berapa banyak yang terbunuh baru terungkap belakangan.

"Total ada 82 orang yang tewas dibunuh. Ini seperti genosida. Mereka membunuh siapapun, bahkan bayangan," ujar salah seorang demonstran, Ye Htut, dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 10 April 2021.

Merespon insiden itu, Ye Htut menyatakan sejumlah warga dan demonstran mulai kabur ke wilayah lain untuk berlindung. Mereka khawatir menjadi target Militer Myanmar berikutnya. Adapun Militer Myanmar enggan memberikan keterangan soal penembakan terkait.

Per berita ini ditulis, AAPP melaporkan jumlah korban jiwa selama kudeta berlangsung telah mencapai 618 orang. Sebanyak 40an di antaranya adalah anak-anak, baik yang tewas dibunuh karena disengaja ataupun tak disengaja.

Belum diketahui apakah data tersebut sudah mengikutkan pembunuhan oleh kelompok etnis bersenjata di Naungmon, negara bagian Shan. Menurut berbagai media lokal, kelompok etnis bersenjata di Myanmar sudah membunuh 10-15 orang polisi di Naungmon. Kelompok etnis tersebut terdiri atas Arakan Army, Ta'ang National Liberation Army, serta Myanmar National Democratic Alliance Army.

Adpapun Militer Myanmar, pada Jumat kemarin, mengungkapkan data yang berbeda. Menurut mereka, hanya ada 248 warga yang tewas selama kudeta Myanmar. Selain itu, Militer Myanmar juga menyebut ada 16 personil kepolisian yang tewas dalam menjalankan tugas.

Baca juga: Unjuk Rasa di Myanmar Kembali Memakan Korban

ISTMAN MP | REUTERS







Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

3 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

5 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

5 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

9 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

12 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya