Unjuk Rasa di Myanmar Kembali Memakan Korban

Sejumlah pengunjuk rasa turun ke jalan saat memprotes aksi kudeta militer di Yangon, Myanmar, 19 Februari 2021. Militer Mynamar menuduh kemenangan partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di Pemilu November 2020 curang. Suu Kyi juga ditangkap dengan dakwaan baru. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Myanmar melepaskan tembakan ke demonstran pro-demokrasi yang berunjuk rasa pada Rabu, 7 April 2021. Sebanyak 15 orang tewas dan puluhan luka-luka dalam bentrokan itu.

Panglima militer Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta militer pada 1 Februari lalu, mengatakan gerakan pembangkangan sipil ditujukan untuk menghancurkan negara. Namun sebuah lembaga riset yang bermarkas di London Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) pada Rabu kemarin menyatakan militer Myanmar telah hilang kendali.    

Unjuk rasa di Ibu Kota Yangon bahkan terdengar serangkaian suara ledakan kecil. Sebuah pabrik milik warga negara Cina di sana terbakar.   

Pendukung militer menggunakan ketapel melawan pengunjuk rasa pro-demokrasi selama unjuk rasa dukungan militer di Yangon, Myanmar, 25 Februari 2021. Beberapa pendukung militer difoto dengan pentungan dan pisau. Beberapa orang melemparkan batu dan menembakkan ketapel, kata saksi mata, dan beberapa orang dipukuli oleh sekelompok pria. [REUTERS / Stringer]  

Baca juga: 550 Orang Diperkirakan Tewas dalam Unjuk Rasa Lawan Kudeta Militer Myanmar

Sebuah kelompok aktivis melaporkan total sektiar 600 warga sipil Myanmar tewas di tangan tentara Myanmar dalam gelombang melawan kudeta militer Myanmar. Unjuk rasa ini dilakukan hampir dipenjuru wilayah di Myanmar dan aksi tetap dilakukan kendati demonstran berguguran.

Lembaga AAPP mengatakan militer Myanmar saat ini fokus pada pembangkanan di wilayah pedesaan. Di wilayah barat laut kota Kale, aparat keamanan melepaskan lima tembakan, melontarkan granat dan senjata mesin kea rah demonstran yang menuntut pemerintahan Aung San Suu Kyi dipulihkan. Setidaknya 8 orang tewas dalam unjuk rasa itu.

Suu Kyi adalah pemimpin de facto Myanmar dan pemenang Nobel bidang berdamaian pada 1991 lalu.

Militer Myanmar dilaporkan melakukan penggeledahan ke rumah-rumah dan klinik-klinik. Seorang saksi mata dan media Myanmar Now melaporkan ada 11 orang yang tewas dan beberapa orang luka-luka. Sedang AAPP melaporkan ada dua korban tewas yang berunjuk rasa di wilayah Sagaiang.

Dua demonstran di Kota Bago dekat Ibu Kota Yangon, dilaporkan tewas. Namun Reuters belum bisa memferivikasi laporan jatuhnya korban-korban tewas itu secara independen.

  

    

Sumber: Reuters






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

7 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

7 jam lalu

Dukung Mahsa Amini, Angelina Jolie: Perempuan Iran Tak Butuh Polisi Moral dan Pikiran Dikontrol

Angelina Jolie menuturkan, perempuan Iran membutuhkan kebebasan dirinya sebagai orang yang merdeka dan hidup tanpa kekerasan.


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

10 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Unjuk Rasa Peringati Hari Tani Nasional, Sekjen KPA: Masih Banyak Tanah Adat Dirampas

2 hari lalu

Unjuk Rasa Peringati Hari Tani Nasional, Sekjen KPA: Masih Banyak Tanah Adat Dirampas

Gabungan elemen masyarakat berunjuk rasa memperingati puncak Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI, Selasa siang, 27 September 2022.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

2 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

2 hari lalu

Massa Buruh dan Petani Geruduk DPR Tuntut Pelaksanaan Reforma Agraria

Massa buruh, petani dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria menggelar demonstrasi di Gedung DPR.


Puncak Peringatan Hari Tani Nasional, 5 Ribu Orang Akan Berunjuk Rasa di DPR Siang Ini

2 hari lalu

Puncak Peringatan Hari Tani Nasional, 5 Ribu Orang Akan Berunjuk Rasa di DPR Siang Ini

Masyarakat dari 130 organisasi dari Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) akan menggelar demo puncak Hari Tani Nasional (HTN), Selasa siang ini.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.