Cina Sebut Bakal Sering Gelar Latihan Militer di Wilayah Sengketa Taiwan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk Cina melintas di Selat Taiwan membuat Taipei marah menuding Beijing bermaksud mengintervensi pemilu negara kecil itu pada Januari 2020.

    Kapal induk Cina melintas di Selat Taiwan membuat Taipei marah menuding Beijing bermaksud mengintervensi pemilu negara kecil itu pada Januari 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina melanjutkan konfrontasinya terhadap Taiwan yang enggan diakui sebagai bagiannya. Dikutip dari kantor berita Reuters, Cina akan rutin menggelar latihan militer besama di perairan Taiwan seiring dnegan meningkatnya ketegangan di antara kedunya.

    "Tujuan dari latihan militer ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penjagaan keamanan serta kepentingan di wilayah kedaulatan kami. Latihan ini akan bersifat rutin ke depannya," klaim Angkatan Laut Cina dalam pernyataan persnnya, Selasa, 6 April 2021.

    Sebelumnya, Taiwan sudah berkali-kali memprotes langkah Cina yang kerap menggelar latihan militer di wilayah perairannya, terutama di Selat Taiwan. Menurut Taiwan, apa yang dilakukan Cina adalah pelanggaran terhadap kedaulatannya. Oleh karenanya, dalam beberapa kesempatan, Taiwan merespon latihan militer itu dengan mengirim pasukan jet tempurnya untuk mengusir mereka.

    Cina tidak berubah sikap meski sudah berkali-kali diusir Taiwan. Mereka tetap saja berkali-kali masuk ke wilayah perairan Taiwan. Bahkan, Cina pernah melibatkan tim angkatan udaranya dengan ikut menerbangkan pesawat bomber ke wilayah penerbangan Taiwan. Cina merasa berhak untuk menggelar aksi-aksi tersebut karena menurut mereka Taiwan adalah bagian dari mereka.

    Adapun dalam latihan militer terbaru ini, Cina menyatakan akan melibatkan kapal induk mereka, Liaoning dan Nanchang. Nanchang disebut-sebut media milik Cina, Global Times, sebagai salah satu alutsista terbaik mereka dan merupakan bagian dari tipe 055 Destroyer.

    "Kombinasi antara kapal induk dan tipe 055 Destroyter akan menjadi standar konfigurasi kapal induk Cina ke depannya," ujar Angkatan Laut Cina menambahkan.

    Kementerian Pertahanan Taiwan mengklaim sudah menerima kabar soal pernyataan Angkatan Laut Cina dan menangkap situasinya. Namun, mereka menjamin situasi Taiwan dan Cina akan tetap terkendali dengan baik. Apalagi, saat ini, tengah berjalan pengembangan perlengkapan baru yang disebut sebagai "pembunuh kapal induk".

    Baca juga: Pemadam Kebakaran Kesulitan Selamatkan Korban Terakhir Kecelakaan Kereta Taiwan

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.