Arab Saudi Izinkan Umrah Bagi yang Sudah Divaksin

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, - Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah dan masuk ke Masjidil Haram bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19. Hal ini disampaikan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah, kemarin.

    Mengutip dari Arab News, Selasa, 6 April 2021, seiring dengan pemberlakuan izin umrah ini maka pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah akan menambah kapasitas operasional selama Ramadan, yang dimulai pekan depan.

    Izin tersebut akan diberikan kepada mereka yang telah menerima suntikan vaksinasi dua kali, mereka yang telah menerima suntikan pertama dan 14 hari telah berlalu, atau mereka yang terkena virus dan sembuh.

    Status vaksinasi setiap orang harus terdaftar di aplikasi COVID-19 Arab Saudi, Tawakkalna. Aplikasi itu diluncurkan tahun lalu untuk membantu melacak infeksi virus corona.

    Mereka yang ingin mengunjungi dua masjid atau melakukan umrah, menurut pernyataan Kementerian, harus mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Umrah Eatmarna.

    Pendaftaran akan diakomodasi sesuai ruang dan ketersediaan kedua masjid dan sesuai dengan batasan kesehatan.

    Kementerian tersebut mengatakan aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna akan menjadi satu-satunya platform resmi yang tersedia untuk mengeluarkan izin dan memperingatkan masyarakat agar tidak menggunakan situs web dan aplikasi palsu.

    Sementara itu, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci, mengatakan pihaknya siap menyambut jemaah umrah dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama Ramadan, dengan langkah-langkah virus corona di tempat untuk memastikan keamanan publik.

    Baca juga: Simak SOP di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Selama Ramadan

    Sumber: ARAB NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.