Filipina Memperpanjang Lockdown Ketat di Manila

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba bersama putri sekaligus ibu negara Sara Duterte-Carpio untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Jepang 22 Oktober 2019. [Carl Court / Pool via REUTERS]

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba bersama putri sekaligus ibu negara Sara Duterte-Carpio untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Jepang 22 Oktober 2019. [Carl Court / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang lockdown ketat untuk wilayah Ibu Kota Manila dan wilayah sekitarnya selama sepekan ke depan. Keputusan ini diambil untuk menekan gelombang kenaikan infeksi virus corona.   

    Filipina telah menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, begitu pula dengan angka kematian di sana. Sampai Sabtu, 3 April 2021, dilaporkan ada 12.576 kasus baru infeksi virus corona sehingga hal ini memberikan tekanan pada sistem kesehatan di Filipina.

    Baca juga: Pandemi Memburuk, Filipina Tutup Gereja dan Larang Perjalanan Antar Kota yan Llamas, asisten lapangan, melepaskan kelelawar yang tertangkap jaring kabut di Gunung Makiling, Los Banos, provinsi Laguna, Filipina, 5 Maret 2021. Penangkapan kelelawar diharap akan membantu dalam memprediksi dinamika virus corona dengan menganalisis faktor-faktor seperti iklim, suhu, dan penyebaran, ke manusia. REUTERS/Eloisa Lopez

    Lewat lockdown yang diperketat ini, maka acara kumpul-kumpul dan makan di restoran dilarang. Lockdown yang diperketat ini seharusnya selesai 4 April 2021, namun diperpanjang setidaknya sampai sepekan ke depan.

    ADVERTISEMENT

    “Aturan ini untuk mencegah, mendeteksi, mengisolasi, melacak dan melakukan rehabilitasi yang akan kami pantau setiap hari,” kata Juru bicara Presiden Duterte Harry Roque.

    Data Kementerian Kesehatan Filipina memperlihatkan total akumulasi ada 165.715 kasus positif Covidd-19 di negara itu. Dari jumlah tersebut, 96 persen ada pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

    Kendati begitu, kapasitas rumah sakti di Ibu Kota Manila sudah nyaris mencampai ambang batas. Sekitar 80 persen tempat tidur rumah sakit, penuh. Banyak pula rumah sakit terpaksa harus menolak pasien.

    Di Ibu Kota Manila, setidaknya ada 13 juta jiwa populasi. Sebanyak dua-per-lima kasus virus corona di Filipina, ada di wilayah Ibu Kota Manila. Sedangkan dari total 13.423 kematian akibat Covid-19, sebanyak satu-per-tiga berasal dari Manila.

    Tim peneliti dari Filipina pada Sabtu, 3 April 2021, menyerukan agar fasilitas pembangunan tempat isolasi dipercepat demi mencegah penyebaran virus corona melalui lingkungan tempat tinggal warga.           

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...