Karya Seni Digital Robot Sophia Laku Rp 9 Miliar dalam Lelang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot humanoid Sophia, yang dikembangkan oleh Hanson Robotics, menggambar di atas selembar kertas sebelum melelang karya seni non-fungible token (NFT) miliknya, di Hong Kong, Cina 16 Maret 2021. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Robot humanoid Sophia, yang dikembangkan oleh Hanson Robotics, menggambar di atas selembar kertas sebelum melelang karya seni non-fungible token (NFT) miliknya, di Hong Kong, Cina 16 Maret 2021. [REUTERS / Tyrone Siu]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah karya seni digital robot Sophia dijual di lelang pada Kamis seharga US$ 688.888 atau sekitar (Rp 9.9 miliar) dalam bentuk Non-Fungible Token (NFT).

    NFT, tanda tangan digital yang disimpan di buku besar blockchain yang memungkinkan siapa saja untuk memverifikasi kepemilikan dan keaslian barang, telah menarik minat investasi terbaru, dengan satu karya seni terjual bulan ini seharga hampir US$ 70 juta (Rp 1 triliun).

    Robot humanoid Sophia, yang diresmikan pada tahun 2016, menghasilkan karya seninya bekerja sama dengan seniman digital Italia berusia 31 tahun Andrea Bonaceto, yang dikenal dengan lukisan potretnya yang penuh warna, beberapa di antaranya menggambarkan orang-orang terkenal, seperti kepala eksekutif Tesla, Elon Musk.

    Robot tersebut telah menggabungkan elemen dari karya Bonaceto, sejarah seni, dan gambar fisik atau lukisannya sendiri pada berbagai permukaan beberapa kali dalam proses yang digambarkan oleh penciptanya David Hanson sebagai "putaran berulang evolusi".

    Berjudul "Sophia Instantiation", karya digital tersebut adalah file MP4 berdurasi 12 detik yang menunjukkan evolusi potret Bonaceto menjadi lukisan digital Sophia, dan disertai dengan karya seni fisik, yang dilukis oleh Sophia pada cetakan potret dirinya.

    "Saya sangat senang dengan tanggapan orang-orang terhadap teknologi baru seperti robotika ...dan saya sangat senang menjadi bagian dari kreativitas ini," kata Sophia, yang mengenakan gaun berwarna perak, dikutip dari Reuters, 25 Maret 2021.

    "Tindakan melukis sepenuhnya didasarkan pada keputusan yang dia buat tanpa bantuan manusia," menurut Nifty Gateway, pasar NFT yang memfasilitasi penjualan, CNN melaporkan.

    Identitas pembeli karya seni digital Sophia belum diketahui.

    Robot humanoid Sophia, yang dikembangkan oleh Hanson Robotics, menggambar di atas selembar kertas sebelum melelang karya seni non-fungible token (NFT) miliknya, di Hong Kong, Cina 16 Maret 2021. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Kolektor seni dan investor blockchain Jehan Chu percaya ada banyak uang yang menunggu untuk diinvestasikan dalam barang digital dan ketika sektor seni digital terlihat sedang naik daun saat ini, dia melihat potensi yang sangat besar.

    "Apa yang kami lihat saat ini terlihat seperti gelembung kecil, terutama di dunia seni NFT," kata Chu.

    "Pada akhirnya, sangat jelas terlihat bahwa ada perubahan besar yang terjadi dalam hal bagaimana masyarakat dan cara konsumen berpikir tentang barang digital. Dan sungguh mengherankan ke mana hal ini akan membawa kita."

    Lihat juga: Persiapan Robot Shopia Jelang Lelang Lukisannya

    Pencipta Sophia, David Hanson dari Hanson Robotics yang berbasis di Hong Kong, mengatakan dia terkejut dengan kecepatan penjualan dalam lelang.

    "Saya agak heran melihat betapa cepatnya itu melonjak juga saat perang penawaran terjadi di akhir pelelangan. Jadi benar-benar menggembirakan dan menakjubkan," ujar pencipta robot Sophia tersebut.

    REUTERS | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.