Regulator Obat Eropa: Manfaat Vaksin COVID-19 AstraZeneca Melebihi Resikonya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Regulator Obat-obatan Eropa (EMA) merespon langkah berbagai negara yang memutuskan untuk menahan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca atas alasan pembekuan darah. Dikutip dari CNN, EMA menyakini kajian mereka terhadap produk AstraZeneca tidak salah sehingga vaksin COVID-19 tersebut tetap dianjurkan terlepas dari info yang berkembang di masyarakat.

    "Untuk saat ini kami bisa mengatakan bahwa tidak ada indikasi yang menunjukkan vaksin COVID-19 AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah. Hal itu juga tidak terjadi dalam uji klinis dan tidak tercantum dalam laporan efek samping yang timbul dari vaksin," ujar Direktur Eksekutif EMA, Emer Cooke, Selasa kemarin, 16 Maret 2021.

    Dengan segala informasi dan data yang ada sejauh ini, Cooke menyatakan pihaknya menganjurkan negara-negara Eropa untuk tidak menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Menurut Cooke, manfaat yang diberikan oleh vaksin AstraZeneca masih melebihi resiko yang ada walaupun soal pembekuan darah belum terkonfirmasi.

    Cooke menambahkan, meski pihaknya menyakini tidak ada masalah dengan vaksin AstraZeneca, investigasi tetap berjalan. Jika tidak ada halangan, kata ia, temuan awal investigasi akan dibuka pada pertemuan luar biasa EMA pada Kamis esok.

    Selain EMA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melakukan investigasinya. Mereka bahkan telah mengumpulkan para pakar keamanannya dalam pertemuan Selasa kemarin untuk mengkaji kembali penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

    "Per hari ini, tidak ada bukti bahwa kasus pembekuaan darah disebabkan oleh vaksin AstraZeneca. Penting untuk kampanye vaksinasi tetap berjalan demi menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah gejala buruk COVID-19," ujar juru bicara WHO, Christian Lindmeier.

    Per berita ini ditulis, negara-negara yang diketahui sudah menahan penggunaan vaksin AstraZeneca melputi Denmark, Norwegia, Islandia, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Swedia, Cyprus, Luxembourg, dan Latvia. Di luar Eropa ada Thailand yang ikut melakukan kebijakan serupa.

    Baca juga: Gejala Pembekuan Darah pada Vaksin AstraZeneca, Ini Kata Dua Guru Besar

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.