Muslim yang Ditolak Donald Trump Diperbolehkan Melamar Visa Amerika Lagi

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim saling bersalaman setelah mengikuti salat Idul Adha berjemaah di Washington Square Park, Manhattan, New York, Amerika Serikat, 21 Agustus 2018. REUTERS/Amr Alfiky

    Sejumlah muslim saling bersalaman setelah mengikuti salat Idul Adha berjemaah di Washington Square Park, Manhattan, New York, Amerika Serikat, 21 Agustus 2018. REUTERS/Amr Alfiky

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika memperbolehkan Muslim yang pengajuan Visanya ditolak oleh administrasi Presiden Donald Trump untuk mencoba lagi. Hal tersebut dipastikan oleh Kementerian Luar Negeri menyusul dibatalkannya kebijakan-kebijakan imigrasi era Donald Trump yang salah satunya larangan masuk untuk Muslim.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika, Ned Price, menyatakan ada dua hal yang bisa dilakukan oleh Muslim pemohon visa. Hal pertama adalah mendaftar ulang untuk permohonan Visa. Hal ini, kata Price, berlaku untuk mereka yang permohonan Visa-nya ditolak sebelum 20 Januari 2020.

    "Pendaftar yang visanya ditolak sebelum 20 Januari 2020 harus mengajukan permohonan baru dan membayar kembali biaya pengajuan," ujar Ned Price, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Selasa, 9 Maret 2021.

    Sementara itu, untuk mereka yang pengajuan Visa-nya ditolak setelah 20 Januari 2020, Ned Price menyarankan peninjauan kembali. Skema peninjauan kembali, kata Price, bersifat gratis dan pemohon Visa hanya perlu memasukkan kembali aplikasinya.

    Presiden AS Donald Trump melambai ketika dia tiba di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, 20 Januari 2021. [REUTERS / Carlos Barria]

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Amerika di masa pemerintahan Donald Trump dikenal tidak ramah dalam memperlakukan imigran. Ia sangat "selektif", bahkan tidak memberikan izin masuk kepada imigran dengan skill tinggi sekalipun. Jangankan imigran, kebijakan imigrasi di bawah Donald Trump juga kerap menolak perlindungan kepada penyintas dari negara sosialis seperti Venezuela.

    Sebagai gambaran, di tahun fiskal 2020 saja, batas penerimaan penyintas 84 persen lebih rendah dibandingkan periode akhir pemerintahan Barack Obama. Dari 110 ribu, turun menjadi 18 ribu. Per Juli 2020, menurut data Forbes, hanya ada 7848 penyintas yang diperbolehkan masuk ke Amerika.

    Donald Trump juga melarang pendatang dari berbagai negara. Khusus Muslim, Donald Trump melarang kunjungan untuk pendatang dari 7 negara Muslim. Jumlah pendatang yang ditolak administrasi Donald Trump untuk masuk ke Amerika kurang lebih 40 ribu orang.

    Ketika Joe Biden menjadi Presiden Amerika yang baru, kebijakan-kebijakan imigrasi Trump dibatalkan oleh Joe Biden. Joe Biden menginginkan kebijakan imigrasi yang lebih ramah. Oleh karenanya, ia mulai membuka pintu Amerika untuk pendatang atau imigran dari berbagai negara. 

    Baca juga: Joe Biden Siap Terima Lebih Banyak Penyintas Negara Konflik

    ISTMAN MP | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.