WHO Targetkan Seluruh Negara Dapat Vaksin COVID-19 di Triwulan Pertama

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di markas besar WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di markas besar WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. [Fabrice Coffrini / Pool melalui REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, menyatakan lembaganya memasang target tinggi untuk distribusi vaksin COVID-19. Disampaikan di tengah-tengah serah terima vaksin COVID-19 dari COVAX ke Indonesia, Parenietharan berkata WHO ingin mendistribusikan vaksin COVID-19 ke seluruh negara di triwulan pertama.

    "Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sudah membuat komitmen global yaitu mendukung akses vaksin COVID-19 ke seluruh negara di 100 hari pertama 2021," ujar Paranietharan, Senin, 8 Maret 2021.

    Paranietharan mengakui bahwa hal tersebut bukan tugas gampang. Apalagi, distribusi pertama vaksin COVID-19 via COVAX, lembaga inisiasi WHO, baru berlangsung pada Februari lalu. Namun, kata ia, WHO optimistis hal itu bisa dicapai karena WHO tidak ingin ada negara yang tertinggal dalam kampanye vaksinasi COVID-19 global.

    Pada Februari lalu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara-negara di dunia untuk tidak menyumbangkan vaksin dengan skema milik sendiri. Menurutnya, hal itu malah akan membuat penyebaran vaksin COVID-19 tidak merata.

    Ia kemudian menyarankan segala vaksin COVID-19 yang hendak disumbangkan untuk didistribusikan via COVAX. COVAX, kata ia, secara spesifik dibentuk untuk memastikan distribusi vaksin COVID-19 berjalan merata.

    Ghebreyesus berkata, WHO tidak keberatan jika negara penyumbang vaksin COVID-19 memiliki preferensi khusus soal siapa negara penerima. Ia memastikan COVAX bisa mengaturnya. Dengan begitu, stok vaksin COVID-19 yang sudah dimiliki COVAX sebelumnya bisa dialihkan ke negara-negara lain.

    "Bantuan secara one on one seperti itu malah mengganggu upaya COVAX untuk menyetarakan distribusi vaksin COVID-19 di dunia. Sumbangkan via COVAX untuk bantu kami menyelesaikan masalah ketimpangan vaksin," ujar Ghebreyesus Februari lalu.

    Distribusi vaksin COVID-19 via COVAX sudah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Afrika menjadi benua pertama yang menerima bantuan. Adapun negara yang menerima vaksin COVID-19 dari COVAX pertama kali adalah Ghana dengan jumlah dosis sekitar 600 ribu.

    Indonesia baru menerima vaksin COVID-19 dari COVAX hari ini. Indonesia bakal mendapat jatah total 11,7 juta dosis vaksin AstraZeneca dengan 1 juta di antaranya diterima pada hari ini. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berkata, Indonesia berpotensi menerima batch-batch lanjutan untuk memastikan semua warga mendapat vaksin COVID-19.

    Baca juga: WHO Imbau Negara Anggota Sumbangkan Vaksin COVID-19 via COVAX

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.