Amerika Kesampingkan Kemungkinan Berbagi Vaksin COVID-19 Dengan Meksiko

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.

TEMPO.CO, Jakarta - Administrasi Presiden Joe Biden membantah prospek Amerika berbagi vaksin COVID-19 dengan Meksiko. Dikutip dari kantor berita Reuters, mereka menyatakan ingin fokus dulu menangani vaksinasi COVID-19 di Amerika. Per berita ini ditulis, Amerika tercatat memiliki 29 juta kasus dan 527 ribu korban meninggal akibat COVID-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jubir Gedung Putih, Jen Psaki, beberapa saat sebelum Joe biden menggelar pertemuan dengan Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador. Dalam pertemuan itu, Lopez Obrador dikabarkan bakal meminta bantuan Amerika untuk membagikan sejumlah dosis vaksin COVID-19 yang mereka punya.

"Fokus dari administrasi Joe Biden adalah memastikan semua warga Amerika divaksin. Jika target itu sudah tercapai, maka kami dengan senang hati membahas langkah berikutnya," ujar Psaki, Senin waktu setempat, 1 Maret 2021.

Usai Joe Biden dan Lopez Obrador bertemu, baik Amerika maupun Meksiko tidak/ belum memberikan keterangan spesifik soal berbagi suplai vaksin COVID-19. Kedua negara hanya mengatakan bahwa kerjasama terkait respon pandemi COVID-19 akan ditingkatkan.

Sebelumnya, Joe Biden optimistis Amerika bakal memiliki cukup suplai untuk vaksinasi seluruh warganya per Juli ini. Sejauh ini, menurut data New York Times, Amerika sudah menggunakan 76,8 juta dosis vaksin COVID-19.

Per harinya, Amerika bisa menyuntikkan 1,82 juta dosis. Angka tersebut sudah melebihi target yang ditetapkan Joe Biden ketika dilantik sebagai Presiden Amerika, 1,5 juta dosis per hari. Namun, berbagai pihak menganggapnya kurang ambisius.

Dibandingkan Amerika, angka vaksinasi COVID-19 di Meksiko masih jauh dari ideal. Meksiko baru menyuntikkan 2,5 juta dosis vaksin COVID-19 atau 1 kurang lebih 1 persen dari populasinya. Lambatnya vaksinasi, menurut otoritas kesehatan setempat, adalah minimnya suplai dan kecenderungan negara-negara kaya menimbun vaksin COVID-19.

Lopez Obrador, sebelum pertemuan dengan Joe Biden, memang sudah mengatakan bahwa dirinya akan meminta Amerika berbagai suplai vaksin COVID-19. Rencananya, jika Amerika menyetujui permintaannya, Meksiko akan mengganti suplai dari Negeri Paman Sam dengan pesanan mereka yang belum tiba.

Baca juga: Lopez Obrador Mau Minta Joe Biden Sumbangkan Vaksin Covid-19 ke Meksiko

ISTMAN MP | REUTERS






Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

18 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

1 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

1 hari lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

1 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

2 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Inflasi Naik, Presiden Lopez Obrador dan Pengusaha di Meksiko Bikin Kesepakatan

3 hari lalu

Inflasi Naik, Presiden Lopez Obrador dan Pengusaha di Meksiko Bikin Kesepakatan

Presiden Meksiko mencapai kesepakatan dengan perusahaan - perusahaan untuk menjaga harga stabil menyusul tingginya inflasi di negara itu.


Top 3 Dunia: Wartawati CNN Tolak Pakai Hijab sampai Bantuan untuk Ukraina

3 hari lalu

Top 3 Dunia: Wartawati CNN Tolak Pakai Hijab sampai Bantuan untuk Ukraina

Berita Top 3 Dunia tentang jurnalis CNN tolak pakai hijab saat wawancarai Presiden Iran, demo tolak hijab, dan Biden-Truss sepakat bantu Ukraina


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

4 hari lalu

10 Tewas dalam Penembakan di Bar Meksiko, Perang antar-Geng Narkoba?

Sekelompok orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan di sebuah bar di Meksiko tengah, menewaskan 10 orang pengunjung