Israel Bekukan Kebijakan Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Negara Lain

Pemimpin partai Biru dan Putih, Benny Gantz terlihat saat ia tiba untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen Israel di sebuah tempat pemungutan suara di Rosh Ha'ayin, Israel 17 September 2019. [REUTERS / Ronen Zvulun]

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, mengumumkan bahwa Israel akan membekukan program pengiriman bantuan vaksin COVID-19 ke negara lain. Gantz berkata, pemerintah mengambil keputusan itu setelah mendapati kebijakan tersebut dikritik oleh berbagai pihak. Belum diketahui apakah pembekuan ini permanen.

"Saya menerima keputusan untuk membekukan pengiriman vaksin COVID-19 ke negara lain," ujar Gantz yang bulan depan akan menghadapi PM Israel Benjamin Netanyahu di pemilihan umum, Kamis, 25 Februari 2021.

Beberapa hari terakhir, berbagai pihak mengkritik kebijakan pengiriman vaksin COVID-19 Israel karena pilih kasih. Mereka menganggap PM Benjamin Netanyahu hanya memilih negara-negara di mana ia memiliki kepentingan politik. Kabarnya, ada 19 negara yang telah dipilih oleh Israel sebagai tujuan pengiriman.

Seharusnya, menurut berbagai kritikus, Israel mendahulukan pengiriman bantuan vaksin COVID-19 ke Palestina. Sebagai "tetangga langsung", Palestina menganggap lebih elok jika Israel mendahulukan mereka.

Gantz termasuk yang mengkritik langkah Netanyahu. Menurutnya, Netanyahu perlu membentuk sebuah forum untuk menentukan ke mana sebaiknya bantuan vaksin COVID-19 dikirim, bukannya menentukan secara sepihak.

"Bukan posisi Netanyahu untuk menentukan hal tersebut oleh dirinya sendiri," ujar Gantz.

Ekspresi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat menerima dosis kedua vaksin COVID-19 di Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, 9 Januari 2021. Miriam Elster/Pool via REUTERS

Netanyahu, hingga berita ini ditulis, belum memberikan komentar atas pembekuan tersebut. Namun, awal pekan ini, ia sempat mengatakan bahwa tidak ada yang salah dari kebijakannya. Netanyahu berdalih, semua vaksin yang ia kirim adalah surplus dari suplai vaksin COVID-19 Israel.

"Menurut saya program ini adalah wujud niat baik dan keputusan yang pintar. Timbal baliknya bisa dirasakan di berbagai hal yang tidak akan saya elaborasi lebih jauh," ujar Netanyahu

Sebagai catatan, Israel adalah salah satu negara terdapan di dunia dalam hal vaksinasi COVID-19. Nyaris 50 persen dari 8,8 juta penduduknya sudah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Hal itu terbantu oleh kesepakatan Israel dengan produsen vaksin Pfizer.

Kepada Pfizer, Israel menawarkan pertukaran data pasien dengan suplai vaksin COVID-19 yang konsisten. Data tersebut meliputi usia, umur, gender, serta rekam jejak medis termasuk efek usai menerima vaksin COVID-19. Pfizer menerima tawaran tersebut dan hasilnya Israel ngebut dalam melakukan vaksinasi COVID-19.

Baca juga: Israel Bagi-bagi Kelebihan Vaksin Virus Corona ke Palestina

ISTMAN MP | REUTERS






Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

19 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

23 jam lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

1 hari lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

2 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

3 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

3 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.