Polisi Malaysia Tangkap Pendiri Situs Pencari Sugar Daddy

Halaman muka situs Sugarbook.com

TEMPO.CO, - Kepolisian Malaysia menangkap pendiri Sugarbook, situs kencan dengan 'sugar daddy'. Keberadaan situs ini menuai kontroversi di negara itu dan dianggap meresahkan publik.

Pendiri situs tersebut, Chan Eu Boon atau Darren Chan, didakwa di pengadilan di Shah Alam, dengan tuduhan membuat pernyataan yang dapat menimbulkan kekhawatiran publik setelah mengatakan banyak mahasiswa menggunakan situs ini sebagai 'sugar baby'. Seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 24 Februari 2021, Chan terancam dua tahun penjara jika terbukti bersalah tapi bisa dibebaskan dengan jaminan.

Sugarbook mendeskripsikan dirinya sebagai situs "tempat asmara bertemu keuangan" dan bertujuan untuk menghubungkan pria yang lebih tua (sugar daddy) dengan wanita yang lebih muda (sugar baby), dengan harapan pria ini memberikan dukungan keuangan untuk pasangannya.

Situs ini menuai kontroversi di negeri mayoritas Muslim itu setelah merilis statistik yang konon menunjukkan ribuan siswa menggunakannya untuk menghasilkan uang.

Pria berusia 34 tahun itu mengaku tidak bersalah. Pengacaranya mengatakan situs tersebut telah diblokir oleh regulator Malaysia.

Upaya untuk memblokir platform tampaknya hanya berhasil sebagian dan masih tersedia melalui beberapa penyedia Internet.

Didirikan pada tahun 2016, Sugarbook telah berkembang ke berbagai negara termasuk Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Warga Muslim Malaysia, yang merupakan lebih dari setengah dari 32 juta populasi, dilarang oleh hukum Islam untuk berhubungan seks di luar nikah. Malaysia memiliki sistem hukum jalur ganda dengan masyarakat Islam juga tunduk pada hukum syariah di wilayah tertentu.

BACA JUGA: Virus Corona, Restoran di Malaysia Layani Pembeli Makan di Mobil

Sumber: CHANNEL NEWS ASIA






Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kepala Sawit

1 jam lalu

Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kepala Sawit

Pameran produk ekonomi kreatif Malaysia di Kota Batam direncanakan akan digelar rutin setiap tahun.


Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

8 jam lalu

Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

Audi A6 dan A8 memang memiliki desain yang cukup mirip. Lalu apa bedanya mobil mewah tersebut, yang diduga menabrak mahasiswa Cianjur?


Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

9 jam lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Emily Ratajkowski Tak Nyaman Berkencan di Tengah Sorotan Publik

1 hari lalu

Emily Ratajkowski Tak Nyaman Berkencan di Tengah Sorotan Publik

Emily Ratajkowski mengungkapkan aspek negatif dari berkencan dalam podcast High Low with EmRata


50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

2 hari lalu

50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

Rangkaian acara tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk usaha kreatif pengusaha Malaysia tetapi juga Kota Batam.


Kedutaan Swedia di Malaysia Digeruduk Ormas, Protes Pembakaran Al Quran

3 hari lalu

Kedutaan Swedia di Malaysia Digeruduk Ormas, Protes Pembakaran Al Quran

Sekitar 30 organisasi masyarakat berkumpul di luar Kedutaan Swedia di Kuala Lumpur hari ini untuk memprotes pembakaran Al Quran.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

3 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

3 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Pengadilan Luksemburg Menangkan Malaysia Melawan Gugatan Rp224 Triliun

3 hari lalu

Pengadilan Luksemburg Menangkan Malaysia Melawan Gugatan Rp224 Triliun

Pengadilan Luksemburg memenangkan Malaysia dari keharusan membayar ganti rugi sebesar hampir Rp224 triliun terhadap keturunan Sultan Sulu


Pembakaran Al Quran, Kepala Asosiasi Umat Muslim Aljazair Serukan Boikot

3 hari lalu

Pembakaran Al Quran, Kepala Asosiasi Umat Muslim Aljazair Serukan Boikot

Kepala Asosiasi Umat Muslim Al Jazair menilai kecaman saja tak cukup, namun perlu juga boikot pada produk negara yang membiarkan pembakaran Al Quran.