Amerika Desak Taliban Hentikan Kekerasan Jika Ingin Ada Penarikan Pasukan

Tentara Amerika Serikat dan NATO mengikuti upacara bendera guna memperingati tragedi 11 September 2001 di markas Resolute Dukungan, di Kabul, Afghanistan, 11 September 2016. AP Photo

TEMPO.CO, - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin meminta Taliban menghentikan kekerasan di Afghanistan jika ingin AS dan NATO menarik pasukannya. Ia mendesak semua pihak sama-sama memilih jalur perdamaian terkait konflik di Afghanistan.

"Jelas, kekerasan terlalu tinggi sekarang dan kemajuan lebih lanjut perlu dibuat dalam negosiasi yang dipimpin Afghanistan," kata Austin usai berdiskusi dengan menteri pertahanan NATO dikutip dari Aljazeera, Sabtu, 20 Februari 2021.

Menurut Austin, negaranya tidak akan buru-buru menarik pasukannya dari Afghanistan hingga membuat NATO dalam risiko. "Sementara itu, misi saat ini akan terus berlanjut dan, tentu saja, komandan memiliki hak dan tanggung jawab untuk mempertahankan diri dan mitra Afghanistan mereka dari serangan," ucap dia.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi pilihan sulit di Afghanistan antara menarik semua pasukan pada akhir April seperti yang dijanjikan kepada Taliban atau memperpanjang kehadiran mereka sambil mencoba mempertahankan pembicaraan perdamaian Afghanistan yang bermasalah.

Wakil pemimpin Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar pada 16 Februari meminta AS untuk menghormati kesepakatannya mengenai penarikan pasukan internasional dan memperingatkan bahwa kelompok itu tidak akan membiarkan campur tangan berkelanjutan dalam urusan Afghanistan.

AS menginvasi Afghanistan pada 2001 setelah serangan 11 September oleh Al-Qaeda. Pada saat itu, Taliban menguasai negara itu dan telah memberikan perlindungan aman bagi al-Qaeda.

AS dan Taliban mencapai kesepakatan Februari 2020 setelah berbulan-bulan negosiasi di Doha, Qatar,  yang menyerukan gencatan senjata permanen, negosiasi perdamaian antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, serta penarikan semua pasukan asing pada 1 Mei.

Pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan dimulai pada September tetapi telah dirusak oleh konflik yang berkelanjutan, serangan dan pembunuhan terkait Taliban . 

Saat ini masih ada sekitar 2.500 tentara Amerika Serikat dan 10 ribu tentara NATO di Afghanistan.

BACA JUGA: Tidak Sesuai Harapan Taliban, Tentara Amerika Bertahan di Afghanistan

Sumber: ALJAZEERA






AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

7 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

8 jam lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

10 jam lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Top 3 Dunia: Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan dengan Amerika

16 jam lalu

Top 3 Dunia: Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan dengan Amerika

Top 3 dunia pada 28 September 2022, di urutan pertama berita tentang keputusan Presiden Yoon Suk-yeol yang tidak mau terlibat dalam urusan Taiwan


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

1 hari lalu

Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

Zelensky menelepon Stoltenberg setelah pemungutan suara yang dilangsungkan di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

1 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

1 hari lalu

Rusia Beri Diskon Besar-besaran Bensin hingga Gandum untuk Taliban

Taliban mendapatkan harga murah dari Rusia untuk BBM dan gandum. Kedua pihak telah meneken kesepakatan.


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

1 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.