Tampilkan Peraga Dengan Riasan Afrika, Siaran Imlek Cina Dikritik

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memakai masker saat melakukan sembahyang menjelang Tahun Baru Imlek, di tengah pandemi COVID-19 di Kuil Man Mo, di Hong Kong, Cina, 11 Februari 2021. REUTERS/Tyrone Siu

    Warga memakai masker saat melakukan sembahyang menjelang Tahun Baru Imlek, di tengah pandemi COVID-19 di Kuil Man Mo, di Hong Kong, Cina, 11 Februari 2021. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Jakarta - Siaran perayaan Imlek tahun ini di stasiun televisi Cina, CCTV, menjadi sasaran kritik. Gara-garanya, siaran tersebut menampilkan pertunjukkan di mana para pemainnya hadir dengan riasan Afrika. Mereka menghitamkan kulit dengan make up agar terlihat 'otentik' tanpa mempertimbangan reaksi publik.

    Hal tersebut tak ayal langsung dihujani berbagai komentar netizen di media sosial. Mayoritas menganggap apa yang dilakukan stasiun televisi CCTV tidak pantas dan kelewatan. Bahkan, ada juga yang sampai menyebut sutradara perayaan tahun ini bodoh dan kejam.

    "Apa ya bedanya antara warga Cina memakai riasan Afrika dengan warga kulit putih menyipitkan mata untuk menghina orang Asia?" ujar salah satu netizen pengguna media sosial Weibo, dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 12 Februari 2021.

    Organisasi warga negara Afrika yang tinggal di Cina juga mengkritik siaran terkait. Menurut mereka, tidak seharusnya warga Cina menggunakan riasan hitam untuk menirukan warga Afrika.

    Ini bukan pertamanya siaran perayaan Imlek Cina dikritik publik. Hal serupa pernah terjadi di tahun 2018. Kala itu, komedian Lou Naiming hadir ke panggung dengan riasan Afrika mulai dari kulit dihitamkan dengan make up hingga memakai busana tradisional Afrika.

    Tidak berhenti di situ, Lou Naiming juga ditemani aktris lain yang juga menggunakan riasan Afrika. Keduanya kemudian memperagakan stereotype-stereotype warga negara Afrika seperti membawa keranjang buah-buahan di kepala.

    "Walau mereka yang mendukung praktik tersebut bedalih riasan hitam dilakukan untuk empati dan realisme, sulit untuk tidak mengaitkannya dengan sejarah panjang pertunjukkan karikatural warga Afrika."

    "Kami harap penyelenggara acara menghentikan praktik ini dan merekrut warga negara Afrika asli yang tinggal di berbagai belahan Cina," ujar Black China Caucus, kelompok aktivis warga Afrika di Cina.

    Sebagai catatan, kasus rasisme terhadap warga negara Afrika juga masih terjadi di Cina, tak hanya saat Imlek tahun ini saja. Tahun lalu, dikutip dari Al Jazeera, sejumlah warga negara Afrika dihina dan dirisak oleh Kepolisian yang menganggap mereka tertular COVID-19.

    Baca juga: Warna-warni Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Gardens by the Bay Singapura

    ISTMAN MP | AL JAZEERA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.