Hungaria Jadi yang Pertama di Uni Eropa Gunakan Vaksin Sinopharm

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional Cina untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah penyebaran wabah Covid-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

    Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional Cina untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah penyebaran wabah Covid-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah infeksi virus corona mengalami kenaikan lagi di Hungaria. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio, Jumat, 12 Februari 2021, kenaikan ini mungkin karena penyebaran varian baru Covid-19, yang pertama kali terdeteksi di Inggris.

    Kendati angka infeksi virus corona mengalami kenaikan, Orban mengatakan masih belum perlu untuk memberlakukan kebijakan lockdown demi menghentikan penyebaran Covid-19. Pihaknya pun sedang merencanakan program imunisasi vaksin virus corona bekerja sama dengan Rusia dan Cina.

    “Jika kami memulai imunisasi vaksin virus corona dengan vaksin buatan Cina, maka pada paskah nanti kami bisa menyutikkan vaksin virus corona pada lebih dari 2 juta orang, yang saat ini sudah mendaftar untuk mendapatkan vaksin,” kata Orban.

    Baca juga: Hungaria Gelar Vaksinasi Covid-19 Buatan Pfizer Paling Awal di Uni Eropa 

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Hungaria berharap bisa mendapatkan 500 ribu dosis vaksin virus corona buatan Sinopharm, Cina, pada pekan depan. Ini artinya, Hungaria telah menjadi negara pertama di Eropa yang menggunakan vaksin buatan Sinopharm.

    Sebelumnya pada pekan ini, Hungaria juga telah menjadi negara pertama anggota Uni Eropa yang menggunakan vaksin Sputnik dari Rusia setelah regulator dari Hungaria memberikan persetujuan untuk kondisi darurat ketimbang menunggu lampu hijau dari Badan Medis Eropa (EMA).  

      

    Badan Pengawas Obat di Hungaria juga telah memberikan persetujuan pada vaksin Sinopharm, yang sebelumnya sudah digunakan di Sebria, negara tetangga Hungaria.  

    Orban mengatakan pihaknya ingin memastikan Hungari memiliki cukup vaksin Covid-19 bagi masyarakatnya. Mereka yang sudah divaksin, akan mendapatkan kartu sebagai bukti mereka sudah mendapatkan imunitas tersebut. Ada pula kartu bagi mereka yang sembuh dari Covid-19.

    Dalam wawancara itu, Perdana Menteri juga memperlihatkan sinyalemen kemungkinan mengizinkan masyarakat makan di restoran dan hotel dibuka lagi sehingga perekonomian bisa pulih. Saat ini, restoran-restoran di Hungaria hanya melayani pesan antar.  Aturan itu berlaku sejak November 2020. Hungaria juga memberlakukan jam malam, mulai pukul 19.00.

         

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.