Afrika Selatan Tunda Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Temuan bahwa vaksin AstraZeneca kurang ampuh terhadap varian baru COVID-19 di Afrika Selatan berdampak pada rencana penggunaannya. Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Zweli Mkhize, memutuskan untuk menunda penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk sementara waktu.

    "Kami sebaiknya menunggu arahan dari para peneliti kami soal bagaimana sebaiknya menggunakan vaksin AstraZeneca," ujar Mkhize, dikutip dari Anadolu, Senin, 8 Februari 2021.

    Diberitakan sebelumnya, AstraZeneca mengakui bahwa studi terbaru menunjukkan vaksin mereka memberikan perlindungan terbatas terhadap varian baru COVID-19 Afrika Selatan. Spesifiknya, vaksin tersebut hanya memberikan perlindungan terbatas terhadap gejala ringan.

    Meski hanya memberikan perlindungan terbatas untuk gejala ringan, AstraZeneca mengklaim vaksin COVID-19 mereka tetap efektif untuk melindungi pasien dari gejala berat. Namun, untuk amannya, mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait hal itu.

    Mkhize melanjutkan, penundaan penggunaan AstraZeneca tidak akan berdampak besar terhadap rencana kampanye vaksinasi secara keseluruhan. Kampanye itu akan tetap berjalan dengan mengutamakan vaksin COVID-19 dari produsen Pfizer serta Johnson&Johnson. Rencananya, kampanye digelar pada bulan ini.

    Hal yang akan menjadi masalah adalah soal masa kadaluarsa vaksin COVID-19 AstraZeneca. Vaksin-vaksin AstraZeneca yang dimiliki Afrika Selatan akan kadaluarsa pada April nanti. Oleh karenanya, mereka mengharapkan penundaan tak berlangsung lama atau mereka terpaksa mencari suplai baru.

    "Sayangnya vaksin ini hanya bisa dipakai sebelum bulan April. Kami baru tahu setelah barang tiba. Kami sudah mengontak Institut Serum India untuk mendapat kepastian soal ini atau penukaran stok yang kami punya," ujar Deputi Dirjen Kementerian Kesehatan Afrika Selatan, Anban Pillay Pillay.

    Per berita ini ditulis, Afrika tercatat memiliki 1,4 juta kasus dan 46 ribu kematian akibat COVID-19. Vaksin COVID-19 diharapkan bisa menekan angka pertumbuhannya. 

    Baca juga: Vaksin AstraZeneca Disinyalir Kurang Ampuh Pada Varian COVID-19 Afrika Selatan

    ISTMAN MP | ANADOLU

    https://www.aa.com.tr/en/africa/south-africa-suspends-use-of-astrazeneca-vaccine/2137064


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.