AS Minta Arab Saudi Perbaiki Catatannya Soal HAM

Presiden AS Joe Biden bersiap untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Lloyd Austin di Kantor Oval di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Januari 2021. [REUTERS / Kevin Lamarque]

TEMPO.CO, - Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pemerintah Amerika Serikat meminta Arab Saudi memperbaiki catatan hak asasi manusianya. AS mendesak Saudi membebaskan aktivis hak perempuan dan tahanan politik lainnya.

“Kami, tentu saja, mengharapkan Arab Saudi memperbaiki catatannya tentang hak asasi manusia. Itu termasuk membebaskan tahanan politik seperti pendukung hak-hak perempuan dari penjara Saudi," ucap Psaki dikutip dari Reuters, Sabtu, 6 Februari 2021.

Komentar Pskai menggarisbawahi niat Presiden Joe Biden menjadikan isu HAM sebagai masalah utama dalam meninjau kembali hubungan AS-Saudi. Pada Kamis kemarin, Biden mengumumkan kebijakan pertamanya terkait kerja sama dengan Saudi yakni menghentikan dukungan terhadap operasi militer di Yaman.

Salah satu aktivis paling menonjol yang ditahan pemerintah Saudi adalah Loujain al-Hathloul. Ia gencar mengkampanyekan agar mengizinkan wanita Saudi mengemudi Keputusan ini menuai kritik internasional pada Desember 2020 ketika Lounain divonis hampir enam tahun penjara oleh pengadilan.

Tokoh lainnya adalah Bader al-Ibrahim, seorang ahli epidemiologi dan jurnalis, dan Salah al-Haidar, seorang komentator media yang ibunya Aziza al-Yousef adalah juru kampanye hak-hak perempuan, ditangkap pada 2019 atas tuduhan terkait terorisme.

Baca juga: AS Hentikan Dukungan Terhadap Operasi Militer Saudi di Yaman

Dalam kesempatan yang sama, Psaki menyinggung soal apakah pemerintah AS akan menjatuhkan sanksi pada Arab Saudi atas pembunuhan kolumnis Washington Post 2018, Jamal Khashoggi. Menurut dia, kematian Khashoggi adalah kejahatan yang mengerikan.

Psaki menuturkan pemerintah Amerika Serikat telah mengungkap laporan intelijen tentang pembunuhan tersebut, yang menurut CIA telah disetujui atau mungkin diperintahkan oleh penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pangeran membantah memerintahkan pembunuhan itu.

REUTERS

https://www.reuters.com/article/idUSKBN2A52FV?il=0






AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

6 jam lalu

AS Buka Pintu Lebar-lebar untuk Warga Rusia yang Ingin Eksodus

AS menyambut dengan tangan terbuka warga Rusia yang ingin meninggalkan negaranya.


Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

6 jam lalu

Wapres AS Kamala Harris Mendarat di Korea Selatan, Sehari Setelah Korut Uji Coba Rudal

Korea Utara melakukan uji coba rudal sehari sebelum Wapres Amerika Serikat Kamala Harris tiba di Korea Selatan.


Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

8 jam lalu

Badai Ian di Florida Sebabkan Kapal Migran Kuba Tenggelam, 20 Orang Hilang

Sebuah kapal migran dari Kuba telah tenggelam karena Badai Ian di Florida, Amerika Serikat.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

23 jam lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

1 hari lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

1 hari lalu

Putra Mahkota Mohammed bin Salman Jadi Perdana Menteri, Kekuasaannya Bakal Luar Biasa

Pangeran Mohammed bin Salman dipromosikan dari posisi menteri pertahanan menjadi perdana menteri Arab Saudi. Apa saja wewenangnya?


9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

1 hari lalu

9 Negara yang Memberlakukan Bela Negara Pasca-Perang Dunia II

Yang teranyar adalah bela negara ala Presiden Putin, rakyat diminta terlibat dalam perang menyerang Ukraina. Perintah ini banyak ditolak warga.


Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

1 hari lalu

Jelang Kedatangan Badai Ian, Jutaan Warga Florida Diminta Mengungsi

Lebih dari 2,5 juta warga Florida berada di bawah perintah evakuasi menghadapi badai Ian yang diperkirakan mulai mendarat pada Rabu malam.


Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

2 hari lalu

Korea Selatan Tak Mau Ikut Campur Urusan Taiwan

Korea Selatan tak mau mencampuri urusan Amerika Serikat yang membela Taiwan dari Cina.


Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

2 hari lalu

Warga Rusia Ramai-ramai Hengkang Hindari Wamil

Pemanggilan sekitar 300.000 tentara cadangan telah menyebabkan protes berkelanjutan pertama di Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai.