Dimakzulkan, Ini Perusahaan dan Medsos yang Putus Hubungan Dengan Donald Trump

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran berkumpul di latar depan Capitol AS beberapa hari setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu gedung tersebut di Washington, AS, 8 Januari 2021. Seruan pemakzulan Trump dari kursi Kepresidenan muncul setelah penyerbuan tersebut. REUTERS/Leah Millis

    Demonstran berkumpul di latar depan Capitol AS beberapa hari setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu gedung tersebut di Washington, AS, 8 Januari 2021. Seruan pemakzulan Trump dari kursi Kepresidenan muncul setelah penyerbuan tersebut. REUTERS/Leah Millis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca kerusuhan US Capitol, Presiden Amerika Donald Trump tak hanya dimakzulkan, tetapi juga ditinggalkan oleh berbagai perusahaan. Mereka ogah berbisnis ataupun disangkutpautkan dengan Donald Trump lagi. Di saat bersamaan, berbagai media sosial juga memblokir Donald Trump, tidak ingin platform mereka digunakannya untuk berorasi.

    Salah satu media sosial yang sudah memblokir Donald Trump adalah Twitter. Pekan lalu, mereka memutuskan untuk memblokir permanen Presiden Amerika ke-45 tersebut atas alasan keamanan. Mereka khawatir Donald Trump akan menggunakan Twitter untuk memobilisasi pendukungnya lagi sehingga insiden kerusuhan US Capitol terulang lagi. Sebagaimana diketahui, Twitter adalah medsos favorit Trump.

    "Setelah peringatan yang jelas, kami mengambil keputusan ini dengan informasi rterbaik yang kami punya berdasarkan kajian terhadap ancaman keamanan baik di dalam maupun di luar Twitter," ujar pendiri Twitter, Jack Dorsey, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 14 Januari 2021.

    Berikut nama beberapa perusahaan, organisasi, dan media sosial yang putus hubungan dengan Donald Trump selain Twitter:

    1. Boeing
    Produsen pesawat Boeing menyampaikan bahwa mereka akan menghentikan donasi kepada Donald Trump. Namun, ke depannya, hal itu akan mereka kaji kembali jika situasinya berubah.

    2. Deutsche Bank
    Deutsche Bank menyatakan telah menghentikan segala bentuk kerjasama bisnis dengan Donald Trump. Mereka tidak ingin mendapat publisitas buruk karena masih bekerjasama dengan Donald Trump.

    Kepala Operasi Deutsche Bank di AS, Christiana Riley, pekan lalu menyampaikan kecamannya soal kerusuhan US Capitol di mana Donald Trump diyakini terlibat.

    3. Kota New York
    Wali Kota New York, Mayor Bill de Blasio, menyatakan kotanya menghentikan segala kontrak kerjasama dengan organisasi milik Donald Trump. Blasio berkata, kontrak yang diteken jelas-jelas mengatakan bahwa pihaknya bisa menghentikan kerjasama apabila pihak Trump menghadapi masalah hukum.

    4. Snapchat
    Snap Inc, perusahaan di balik aplikasi Snapchat, memutuskan untuk memblokir akun Donald Trump secara permanen atas alasan keamanan.

    "Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keselamatan publik serta berdasarkan aksi (Donald Trump) selama ini untuk menyebar informasi yang salah dan ujaran kebencian," ujar pernyataan pers Snap Inc.

    5. GoFundMe
    Platform crowdfunding, GoFundMe, menyatakan tidak akan lagi memperbolehkan penggunaannya untuk menggalang dana bagi kegiatan-kegiatan politis yang memicu tindak kekerasan. Meski Donald Trump tidak disinggung langsung, keputusan diambil usai kerusuhan US Capitol.

    6. Youtube
    Youtube memberikan peringatan pertama terhadap akun Donald Trump dan memblokirnya untuk sepekan ke depan. Selain itu, YouTube juga menghapus video Donald Trump yang dianggapnya berpotensi memicu tindak kekerasan.

    Pemblokiran tersebut berpotensi diperpanjang jika Donald Trump tidak berubah. Menurut keterangan Google, jika Donald Trump tidak berubah hingga peringatan ketiga, maka akunnya yang memiliki 2,7 juta subscribers itu akan diblokir permanen.

    7. Facebook
    Mengikuti jejak Twitter, Facebook memutuskan untuk memblokir akun Donald Trump. Menurut pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, membiarkan Donald Trump menggunakan layanan Facebook di saat suhu politik Amerika tinggi seperti sekarang adalah langkah berbahaya. Adapun pemblokiran akan berlangsung paling lama dua pekan jika Donald Trump mau berubah.

    ISTMAN MP | AL JAZEERA

    https://www.aljazeera.com/economy/2021/1/11/tracking-the-business-backlash-as-trump-brand-turns-toxic


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.