70 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kerusuhan US Capitol

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton

    Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton

    TEMPO.CO, Jakarta - Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) menyatakan telah memproses kurang lebih 170 laporan atau kasus terkait kerusuhan US Capitol. Dari ratusan laporan itu, kata mereka, sebanyak 70 orang telah ditetapkan sebagai tersangka untuk berbagai tindak pidana mulai dari pembobolan properti pemerintah hingga penggunaan senjata api secara tidak bertanggung jawab.

    "Kami menerima kurang lebih 100 ribu bukti berupa media digital. Kami mengeceknya satu per satu untuk kepentingan investigasi dan intelijen kami," ujar Asisten Direktur FBI untuk negara bagian Washington, Steven D'Antuono, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 13 Januari 2021.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gedung US Capitol diserbu pendukung Donald Trump pada Rabu pekan lalu. Mereka mencoba untuk menghentikan pengesahan hasil Pilpres Amerika yang memenangkan Joe Biden. Untungnya, upaya mereka gagal walaupun jalannya proses pengesahan menjadi tertunda selama berjam-jam.

    Oleh banyak pihak, aksi kerusuhan US Capitol dikecam. Mereka yang terlibat terancam hukuman berat.

    Presiden Amerika Donald Trump ikut kena imbasnya. Ia dianggap ikut bertanggung jawab atas peristiwa itu karena memprovokasi warga untuk menolak hasil Pilpres Amerika. Sekarang, selain berpotensi dijadikan tersangka bersama para demonstran, ia juga terancam dimakzulkan oleh Demokrat dan Republikan di Kongres Amerika.

    Pengacara Amerika untuk Distrik Washington, Michael Sherwin, melanjutkan bahwa penetapan 70 tersangka itu baru awal saja. Angka tersebut, kata ia, akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Ia tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka mencapai ratusan.

    Sherwin juga menambahkan bahwa satgas yang menginvestigasi kerusuhan US Capitol juga tengah menimbang jeratan tambahan untuk para penyerbu. Dua di antaranya adalah pasal konspirasi dan hasutan melakukan perbuatan pidana.

    "Melihat besarnya peranan para aktor, rentang jeratan kriminal yang bisa dijatuhkan kepada mereka tidak terkira," ujar Sherwin.

    Menurut laporan Al Jazeera, FBI dan satgas yang menginvestigasi kerusuhan US Capitol memperlakukan bagian dalam maupun luar gedung sebagai TKP. Dan, mereka telah membangun komunikasi dengan aparat-aparat negara bagian untuk menjerat mereka yang berasal dari luar Washington DC.

    ISTMAN MP | AL JAZEERA

    https://www.aljazeera.com/news/2021/1/12/fbi-says-70-charged-in-capitol-riot-is-just-the-beginning



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.