Pemerintah Jepang Pertimbangkan Tambah Daerah Berstatus Darurat Covid-19

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, - Pemerintah Jepang mempertimbangkan menambah jumlah prefektur yang berstatus darurat Covid-19. Hal ini ditengarai agar Olimpiade Tokyo 2021 bisa tetap diadakan.

    Seperti diberitakan Reuters, Rabu, 13 Januari 2021, langkah itu dilakukan setelah gubernur Osaka, Kyoto, dan prefektur lain yang terdampak Covid-19 meminta pemerintah pusat mengeluarkan keadaan darurat, yang memberi otoritas lokal dasar hukum untuk membatasi pergerakan penduduk dan bisnis.

    Di awal pertemuan dengan panel penasehat pemerintah, Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura meminta persetujuan untuk menambahkan daerah lain yang ditetapkan status darurat, yaitu Prefektur Osaka, Kyoto, Hyogo, Fukuoka, Aichi, Gifu dan Tochigi.

    "Kecuali kita mengendalikan infeksi di kota-kota besar, kita tidak bisa menghentikan penyebarannya secara nasional,” kata Menteri Kesehatan Norihisa Tamura pada pertemuan yang sama dikutip dari Reuters.

    Perdana Menteri Yoshihide Suga khawatir bila pengambilan tindakan yang ketat akan menghambat aktivitas ekonomi. Sementara dia optimistis untuk tetap menyelenggarakan olimpiade di tengah tantangan yang meningkat.

    Jajak pendapat terbaru menunjukkan publik Jepang semakin menentang penyelenggaraan olimpiade Musim Panas tahun ini. Dalam survei akhir pekan oleh NHK, hanya 16 persen responden mendukung olimpiade dilanjutkan. Turun 11 persen dari survei bulan lalu. Sedangkan 77 persen publik berpikir olimpiade harus dibatalkan atau ditunda.

    Jepang mencatat sekitar 298 ribu kasus positif virus corona dan 4.192 kematian sejauh ini.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN29I01B?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    17 Perintah Joe Biden di Hari Pertama Sebagai Presiden

    Beberapa jam usai dilantik sebagai Presiden Amerika, Joe Biden mengeluarkan 17 perintah eksekutif. Sebagian menganulir kebijakan Donald Trump.