Peneliti Malaysia Buat Drone dari Daun Nanas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah drone, yang sebagian dibuat dengan batang dan daun nanas, terbang di perkebunan nanas di Jenjarom, Malaysia 12 Desember 2020.[REUTERS / Lim Huey Teng]

    Sebuah drone, yang sebagian dibuat dengan batang dan daun nanas, terbang di perkebunan nanas di Jenjarom, Malaysia 12 Desember 2020.[REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Malaysia telah mengembangkan metode untuk mengubah serat yang ditemukan dalam daun nanas untuk membuat bahan yang kuat untuk membangun kerangka pesawat tanpa awak atau drone.

    Proyek yang dipimpin oleh Profesor Mohamed Thariq Hameed Sultan dari Universitas Putra Malaysia, telah meneliti penggunaan berkelanjutan untuk limbah nanas yang dihasilkan oleh petani di Hulu Langat, daerah sekitar 65 km dari Kuala Lumpur.

    "Kami mengubah daun nanas menjadi serat yang dapat digunakan untuk aplikasi luar angkasa, pada dasarnya menciptakan drone," kata Profesor Mohamed Thariq Hameed pada sebuah lokakarya, dilaporkan Reuters, 5 Januari 2021.

    Mohamed Thariq mengatakan drone yang terbuat dari bahan bio-komposit memiliki rasio kekuatan-terhadap-berat yang lebih tinggi daripada yang terbuat dari serat sintetis, dan juga lebih murah, lebih ringan, dan lebih mudah untuk dibuang.

    Jika drone rusak, kerangka itu bisa terkubur di tanah dan akan rusak dalam dua minggu, katanya.

    Profesor Universitas Putra Malaysia, Mohamed Thariq, memegang daun nanas dan drone yang sebagian dibuat dari batang nanas, di Jenjarom, Malaysia 12 Desember 2020. Gambar diambil 12 Desember 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    Prototipe drone telah mampu terbang hingga ketinggian sekitar 1.000 meter dan tetap di udara selama sekitar 20 menit, katanya.

    Tim peneliti berharap untuk membuat drone yang lebih besar untuk mengakomodasi muatan yang lebih besar, termasuk sensor pencitraan, untuk keperluan pertanian dan inspeksi udara.

    "Peran kami di sini adalah membantu industri, para petani, untuk meningkatkan hasil panen mereka dan membuat pekerjaan mereka jauh lebih mudah," kata William Robert Alvisse dari Malaysian Unmanned Drones Activist Society, sebuah kelompok non-pemerintah yang membantu merancang drone dan memberikan saran tentang proyek.

    Sebelum proyek diluncurkan pada 2017, batang nanas dibuang setelah masa panen sekali dalam setahun, tetapi petani berharap proyek drone akan mendorong lebih banyak inovasi untuk menemukan penggunaan limbah dan meningkatkan pendapatan mereka.

    "Dengan masalah kesehatan, masalah ekonomi akibat Covid-19, masyarakat putus asa dan tidak ada alternatif untuk menambah pendapatan," kata petani nanas Malaysia bernama Irwan Ismail.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-malaysia-drone/malaysian-team-turns-pineapple-waste-into-disposable-drone-parts-idUSKBN29A0YX?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.