Inggris Kembali Terapkan Lockdown Nasional COVID-19

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual, setelah memimpin pertemuan COBRA, yang diadakan sebagai tanggapan atas peningkatan pembatasan perjalanan di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di 10 Downing Street, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [Tolga Akmen / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya menerapkan lockdown nasional COVID-19. Hal tersebut ia putuskan usai peningkatan jumlah kasus COVID-19 terjadi diikuti dengan munculnya varian baru virus. Dikutip dari CNN, Boris Johnson mengatakan bahwa lockdown juga dilakukan untuk memastikan sistem kesehatan nasional Inggris tidak kolaps.

"Sangat jelas bahwa kita butuh berbuat lebih untuk memastikan varian baru COVID-19 tertangani. Singkat kata, kami kembali menginstruksikan warga untuk tetap di rumah," ujar Johnson, Selasa, 5 Januari 2021.

Penerapan lockdown nasional COVID-19 kali ini tidak jauh berbeda dengan lockdown tahun lalu. Misalnya, semua sekolah akan ditutup kecuali untuk anak dari pekerja esensial atau anak berkebutuhan. Johnson memastikan bakal ada penyesuaian untuk pelaksanaan ujian nasional mengingat kecil kemungkinan bakal bisa terlaksana sesuai jadwal.

Contoh lain, warga juga diimbau untuk tetap berada di rumah kecuali perlu keluar untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak. Kebutuhan mendesak di sini meliputi belanja bahan pokok, olahraga, pergi berobat, dan juga bekerja untuk sektor esensial.

"Warga diperbolehkan untuk meninggalkan rumah untuk menghindari kekerasan dalam rumah tangga juga," ujar Boris Johnson menambahkan, berkaca pada peningkatan kasus KDRT di berbagai negara ketika lockdown diterapkan.

Perbedaan lockdown kali ini dengan yang dahulu ada pada perjalanan internasional, event olahraga, dan tempat ibadah. Perjalanan internasional diperbolehkan kali ini, namun hanya yang berkaitan dengan pekerjaan dan berizin khusus. Mengingat beberapa negara masih menutup pintu untuk Inggris, karena beredarnya varian baru COVID-19, kecil kemungkinan warga bisa pergi dengan leluasa.

Selanjutnya, untuk event olahraga, hanya event elit yang diperbolehkan berlangsung. Dengan kata lain, event-event lokal akan dilarang hingga lockdown usai. Sementara itu, untuk tempat ibadah, tetap diperbolehkan beroperasi selama protokol kesehatan dan pembatasan sosial diberlakukan.

Boris Johnson memperkirakan lockdown akan berlangsung hingga pertengahan Februari. Per berita ini ditulis, Inggris mencatatkan 2,7 juta kasus dan 75 ribu kematian. Dalam 24 jam terakhir, kasus di sana bertambah 58 ribu atau penambahan terbesar kedua setelah Amerika.

ISTMAN MP | CNN

https://edition.cnn.com/2021/01/04/uk/uk-lockdown-covid-19-boris-johnson-intl/index.html






Indonesia Rundingan dengan Negara di Afrika untuk Ekspor Vaksin Covid-19 Buatan Nusantara

5 jam lalu

Indonesia Rundingan dengan Negara di Afrika untuk Ekspor Vaksin Covid-19 Buatan Nusantara

Indonesia sedang dalam tahap pembicaraan dengan beberapa negara Afrika, termasuk Nigeria untuk mengekspor vaksin COVID-19 buatan dalam negeri.


Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

7 jam lalu

Inggris Belum Berencana Kurangi Penggunaan Energi

Inggris tidak meminta masyarakatnya untuk menggunakan lebih sedikit energi karena yakin bahwa mereka memiliki pasokan yang sangat kuat dan beragam.


Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

14 jam lalu

Booster Melambat, Covid-19 di Eropa Naik Lagi

Gelombang COVID-19 baru sedang terjadi di Eropa ketika cuaca dingin tiba dengan jumlah kasus baru naik 8 persen sementara minat untuk vaksin turun.


Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

1 hari lalu

Honda Jepang Kembali Alami Gangguan Pasokan Suku Cadang, Produksi Dipangkas 40 Persen

Honda menurunkan rencana produksi di dua pabrik di Jepang karena terkendala rantai pasokan dan logistik yang dipicu oleh wabah Covid-19.


Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

2 hari lalu

Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan krisis di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global.


Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

2 hari lalu

Tuduh Barat Dalangi Demo, Iran Kembali Panggil Dubes Inggris

Iran memanggil duta besar Inggris untuk kedua kalinya sejak protes nasional meletus bulan lalu, karena menilai Barat memprovokasi demo


Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

2 hari lalu

Bahaya Diffuser dengan Campuran Cairan Antiseptik

Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan sehingga tak dianjurkan digunakan untuk campuran diffuser.


Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

2 hari lalu

Begini Efek Setelah Mengidap Covid-19

Usai mengidap Covid-19 ternyata dapat mempengaruhi fungsi kogitif otak. Apa efek samping lainnya?


4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

3 hari lalu

4 Oktober Hari Hewan Sedunia, Sejak Kapan?

4 Oktober diperingati sebagai Hari Hewan Sedunia, untuk mencintai, menghargai, dan menghormati seluruh spesies hewan. Begini asal usulnya.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 hari lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.