Boris Johnson Akan Lockdown Inggris Lebih Ketat untuk Cegah Lonjakan Covid-19

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual, setelah memimpin pertemuan COBRA, yang diadakan sebagai tanggapan atas peningkatan pembatasan perjalanan di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di 10 Downing Street, di London, Inggris, 21 Desember 2020. [Tolga Akmen / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pada Ahad mengatakan akan menerapkan lockdown yang lebih ketat karena kasus Covid-19 yang terus meningkat. Johnson mengatakan lockdown ketat akan memberi tempat aman untuk anak-anak sekolah.

Kasus Covid-19 di Inggris berada pada tingkat rekor tertinggi dan terus meningkat, dipicu oleh varian baru Covid-19 yang lebih mudah menular. Kenaikan kasus telah memaksa pemerintah untuk membatalkan rencana pembukaan kembali sekolah di dan sekitar London, setelah serikat guru mendesak penutupan yang lebih luas, dikutip dari Reuters, 3 Januari 2021.

Sebagian besar Inggris sudah hidup di bawah tingkat pembatasan terberat yang ditetapkan dalam sistem empat tingkat peraturan daerah, yang dirancang untuk menghentikan penyebaran virus dan melindungi sistem perawatan kesehatan nasional.

Tapi Johnson, ditanya dalam wawancara BBC tentang kekhawatiran bahwa sistem kesehatan yang mungkin tidak cukup untuk mengendalikan virus, mengatakan bahwa pembatasan mungkin akan menjadi lebih ketat.

"Jelas ada serangkaian tindakan yang lebih keras yang harus kita pertimbangkan ... Saya tidak akan berspekulasi sekarang tentang apa yang akan terjadi," kata Johnson.

Para siswa tiba di Sekolah Dasar Holne Chase pada hari pertama sekolah mereka, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Milton Keynes, Inggris, 3 September 2020. [REUTERS / Andrew Boyers]

Inggris mencatat 57.725 kasus baru Covid-19 pada hari Sabtu, dan dengan lebih dari 74.000 kematian sejauh ini selama pandemi. Tanggapan pemerintah Inggris terhadap corona telah banyak dikritik.

Namun, peluncuran vaksin akan dipercepat pada hari Senin dengan 530.000 dosis pertama dari vaksin Oxford/AstraZeneca yang baru disetujui, siap untuk diberikan, kata Johnson.

Boris Johnson mengatakan sekolah aman, dan menyarankan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka, di area di mana aturan mengizinkannya.

"Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa sekolah aman, dan pendidikan adalah prioritas," katanya.

Masalah sekolah telah memicu pro kontra, dengan serikat pekerja dan beberapa otoritas lokal memperingatkan agar tidak dibuka kembali dan mengancam akan bertindak melawan saran pemerintah, sementara yang lain mengatakan bahwa penutupan juga berdampak negatif besar pada siswa.

"Kita harus memperbarui dan mempertahankan konsensus bahwa waktu anak-anak di luar sekolah harus dijaga seminimal mungkin," tulis Amanda Spielman, Kepala Pengawas Sekolah Inggris, di Sunday Telegraph.

Sumber:

https://www.reuters.com/article/health-coronavirus-britain/stricter-lockdown-restriction-likely-on-the-way-says-uk-pm-johnson-idUSKBN29808O?il=0






Marullah Matali Sebut DKI Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2023

11 jam lalu

Marullah Matali Sebut DKI Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2023

Marullah Matali menyatakan DKI melarang pesta kembang api saat perayaan malam Tahun Baru 2023.


Lockdown Ketat di Cina, Apindo: Agak Miris

12 jam lalu

Lockdown Ketat di Cina, Apindo: Agak Miris

Apindo khawatir lockdown dapat berpengaruh signifikan terhadap transaksi kerja sama dengan Cina yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 135 miliar.


Pesta Kembang Api Tahun Baru 2022 Dilarang, Bagaimana di Tahun Baru 2023?

12 jam lalu

Pesta Kembang Api Tahun Baru 2022 Dilarang, Bagaimana di Tahun Baru 2023?

DKI Jakarta memetakan sejumlah lokasi di Ibu Kota yang berpotensi sebagai tempat perayaan malam tahun baru. Bagaimana dengan pesta kembang api?


China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

15 jam lalu

China Longgarkan Aturan Covid, di Shanghai Tes Corona Dihapus

China mulai melonggarkan aturan soal Corona, namun kebijakan zero-Covid belum akan diambil.


Cetak Gol Pertama di Piala Dunia 2022, Intip Koleksi Mobil Harry Kane

17 jam lalu

Cetak Gol Pertama di Piala Dunia 2022, Intip Koleksi Mobil Harry Kane

Harry Kane berhasil mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 2022 pada pertandingan babak 16 besar melawan Senegal, Senin dini hari WIB, 5 Desember 2022


Hari Disabilitas Internasional, Inggris Luncurkan Aplikasi Akses Pekerjaan Bagi Penyandang Disabilitas

1 hari lalu

Hari Disabilitas Internasional, Inggris Luncurkan Aplikasi Akses Pekerjaan Bagi Penyandang Disabilitas

Di Hari Disabilitas Internasional, Inggris meluncurkan akses ketenagakerjaan yang memudahkan bagi penyandang disabilitas.


Miliarder Rusia Mikhail Fridman Konfirmasi Tidak Ditahan Inggris

1 hari lalu

Miliarder Rusia Mikhail Fridman Konfirmasi Tidak Ditahan Inggris

Miliarder Mikhail Fridman pada Sabtu, 3 Desember 2022, mengumumkan kalau dia dalam kondisi baik-baik saja, tidak dalam kondisi ditahan Inggris


8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

1 hari lalu

8 Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis 1-4 di DKI Jakarta Selama Desember 2022

Berikut daftar lokasi vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Melayani vaksin dosis pertama hingga dosis keempat, khsusu tenaga kesahatan.


Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

2 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

2 hari lalu

WHO: Kesenjangan Strategi Atasi Covid-19 Lahirkan Varian Baru

Kesenjangan dalam strategi mengatasi Covid-19 tahun ini terus menciptakan kondisi sempurna bagi munculnya varian baru yang mematikan