Pemilu AS, Rusia Belum Mau Ucapkan Selamat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato melalui video rekaman di depan Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Moskow, Rusia 22 September 2020. Dalam pidatonya, Putin menawarkan vaksin Covid-19 Sputnik-V bagi semua staff PBB. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato melalui video rekaman di depan Sidang Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Moskow, Rusia 22 September 2020. Dalam pidatonya, Putin menawarkan vaksin Covid-19 Sputnik-V bagi semua staff PBB. Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin

    TEMPO.CO, Jakarta - Kremlin pada Senin, 9 November 2020, memastikan akan menunggu hasil pemilu AS (Amerika Serikat) sebelum mengucapkan selamat kepada pemenang atau berkomentar soal pesta demokrasi itu. Kremlin pun meyakinkan sudah mengetahui bahwa Presiden AS Donald Trump menempuh jalur hukum terkait hasil pemilu 3 November lalu. 

    Presiden Rusia Vladimir Putin sampai 9 November 2020 masih bersikap diam sejak Joe Biden diumumkan sebagai pemenang pemilu pada Sabtu, 7 November 2020. Pengumuman itu sampaikan setelah Biden mendapatkan 270 suara elektoral atau jumlah yang menjadi syarat duduk di kursi Presiden AS.

    Seorang pendukung Presiden AS Donald Trump memegang plakat pada protes "Hentikan Pencurian" di Wisconsin State Capitol, di Madison, Wisconsin, AS, Sabtu, 7 November 2020. Sejumlah pendukung Trump terlihat lesu setelah media mengumumkan bahwa calon presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden telah memenangkan pemilihan presiden AS 2020. REUTERS/Bing Guan

    Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin, 9 November 2020, mengatakan Moskow menganggap saat ini lebih baik menunggu sebelum mengucapkan selamat kepada siapapun yang memenangkan pemilu AS 2020. 

    “Kami berfikir sepantasnya untuk menunggu hasil perhitungan resmi,” kata Peskov. 

    Dia menjelaskan ketika pemilu 2016, Presiden Putin segera memberikan selamat kepada Trump saat mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat karena kondisinya berbeda dengan sekarang. Saat ini ada beberapa langkah hukum, yang sudah diumumkan Presiden Trump dengan begitu Moskow berfikir untuk menunggu pengumuman resmi. 

    Dia pun kembali menegaskan bahwa Presiden Putin sudah berulangkali menyampaikan pihaknya siap bekerja sama dengan siapapun pemimpin AS. Rusia berharap bisa membangun dialog dengan pemerintahan AS yang baru dan menemukan sebuah jalan untuk menormalisasi hubungan bilateral yang sempat ada masalah.      

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-usa-election-kremlin/kremlin-wants-final-u-s-election-vote-count-before-congratulating-anyone-idUSKBN27P0X9


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.