Partai Pendukung PM Jacinda Ardern Unggul pada Pemilu Selandia Baru

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern terlihat saat konferensi pers bersama yang diadakan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Admiralty House di Sydney, Australia, 28 Februari 2020. [REUTERS / Loren Elliott]

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern terlihat saat konferensi pers bersama yang diadakan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Admiralty House di Sydney, Australia, 28 Februari 2020. [REUTERS / Loren Elliott]

    TEMPO.CO, JakartaPartai Buruh, yang mengusung Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mendapat keunggulan awal pada pemilu 17 Oktober 2020.

    Menurut penghitungan awal Komisi Pemilu, Partai Labour mengantongi 50,3 persen suara dan Partai oposisi mendapat 25,9 persen suara. Ini berdasarkan tujuh persen suara yang masuk. 

    Ardern, 40 tahun, dan Ketua Partai Nasional, Judith Collins, 61 tahun, berhadapan pada pemilu ini.

    Sedangkan anggota koalisi dari Partai Buruh yaitu Partai Selandia Baru Pertama dan Partai Hijau mendapat, masing-masing, 2,2 persen dan 8,7 persen.

    Sebelum pemungutan suara, Partai Buruh mengungguli partai oposisi dengan peroleh angka yang cukup jauh berdasarkan sejumlah survei. Ardern mendapat pujian mengenai caranya mengatasi teroris supremasi kulit putih dan penanganan pandemi Covid-19.

    Survei awal menunjukkan Partai Buruh bakal bisa memerintah sendiri dengan perolehan mayoritas suara di parlemen. Namun, suvei terkini menunjukkan Partai Buruh butuh dukungan setidaknya dari Partai Hijau untuk bisa memerintah.

    Pelaksanaan pemilu di Selandia Baru ini sempat tertunda sebulan karena merebaknya pandemi Covid-19 di Auckland.

    Sumber

    https://www.channelnewsasia.com/news/world/jacinda-ardern-party-seizes-big-lead-in-new-zealand-election-13298530


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.