Turki Mengerahkan Kapal Riset Oruc Reis, Yunani Meradang

Reporter

Editor

Budi Riza

Kapal riset Turki Oruc Reis berlayar di Laut Mediterania dengan dikawal kapal perang. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Ketegangan antara pemerintah Yunani dan Turki kembali terjadi pada Senin, 12 Oktober 2020 waktu setempat.

Yunani mengatakan bakal meminta Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Ankara karena mengirim kapal riset Oruc Reis ke perairan Mediterania.

“Ini terkait keberangkatan kapal Turki, Oruc Reis, untuk melakukan pekerjaan di selatan dari Pulau Kastellorizo, Yunani, yang dekat dengan pantai selatan dari Turki,” begitu dilansir Reuters pada Senin, 12 Oktober 2020.

Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut ini sebagai eskalasi besar dan ancaman langsung terhadap perdamaian di kawasan itu.

Ankara telah menarik kapal yang sama dari perairan Mediterania timur pada September untuk memulai proses diplomasi.

“Turki telah menunjukkan sikap tidak kredibel,” kata Stelio Petsas pada Senin waktu setempat.

Pertemuan puncak Uni Eropa pada awal Oktober menyatakan UE akan menghukum Turki jika terus melanjutkan operasi di wilayah sengketa. Sanksi itu paling cepat akan diterapkan pada Desember. Ankara menyebut pernyataan seperti itu membuat hubungan menjadi tegang.

Soal ini, Menteri Energi Turki, Fatih Donmez, mencuit lewat Twitter bahwa kapal Oruc reis telah menurunkan jangkar setelah melakukan proses perawatan.

“Kami akan terus mengeksplorasi, menggali, dan melindungi hak-hak kami,” kata Donmez dalam cuitan di Twitter.

Konflik Turki dan Yunani ini terkait hak pengeboran gas di kawasan Laut Mediterania timur. Kedua negara mengeklaim kawasan itu dekat dengan wilayahnya.

Uni Eropa dam NATO mencoba menengahi konflik ini dengan melakukan mediasi antara Turki dan Yunani lewat konferensi tingkat tinggi pada awal Oktober.

Sumber

https://edition.cnn.com/2020/10/12/europe/greece-turkey-tensions-survey-ship-eastern-mediterranean-intl/index.html






Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

1 jam lalu

Indonesia Disarankan Gandeng India hingga Turki untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

Misi damai Indonesia untuk menjadi penghubung Rusia dan Ukraina disarankan harus melibatkan India hingga Turki.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

1 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Erdogan: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Baru Permulaan

2 hari lalu

Erdogan: Serangan Turki ke Irak dan Suriah Baru Permulaan

Presiden Erdogan menyatakan serangan Turki ke Irak dan Suriah masih dalam tahap awal.


Bamsoet: Turki Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

2 hari lalu

Bamsoet: Turki Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Indonesia dan Turki kerap saling bantu menghadapi berbagai bencana.


Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

2 hari lalu

Indonesia Kalah Sengketa Soal Ekspor Nikel, Apa Manfaat Nikel untuk Peralatan Militer?

Di banyak industri, bahan tambang nikel yang ditemukan pada 1751 ini sudah banyak digunakan, untuk apa saja? Salah satunya untuk peralatan militer.


Erdogan Akan Kerahkan Tentara dan Tank untuk Menggempur Milisi Kurdi

3 hari lalu

Erdogan Akan Kerahkan Tentara dan Tank untuk Menggempur Milisi Kurdi

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pihaknya akan membasmi milisi Kurdi secepat mungkin dengan tank dan tentara.


Yunani Selamatkan Ratusan Migran, Berdesakan dalam Kapal Kecil

3 hari lalu

Yunani Selamatkan Ratusan Migran, Berdesakan dalam Kapal Kecil

Yunani menyelamatkan ratusan migran setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi mengeluarkan sinyal marabahaya di lepas pulau Kreta


Konferensi Pusat Peradaban Islam Dunia di Pademangan, Undang Turki dan Sudan

3 hari lalu

Konferensi Pusat Peradaban Islam Dunia di Pademangan, Undang Turki dan Sudan

KH Muhammad Subki mengharapkan Konferensi Pusat Peradaban Islam Dunia mampu gemakan Islamic Center di Indonesia.


AS dan Rusia Kompak Desak Turki Menahan Diri di Suriah

4 hari lalu

AS dan Rusia Kompak Desak Turki Menahan Diri di Suriah

Desakan ini dilontarkan AS dan Rusia setelah Turki melakukan serangan udara dan mengancam akan melancarkan serangan darat terhadap Kurdi di Suriah


Erdogan: Turki akan Produksi Tepung dari Gandum Rusia untuk Negara Miskin

4 hari lalu

Erdogan: Turki akan Produksi Tepung dari Gandum Rusia untuk Negara Miskin

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya akan memproduksi tepung dari gandum Rusia untuk pengiriman gratis ke negara miskin