Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

NASA Undang Para Pemburu Alien Cari Kehidupan di Planet Lain

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Objek berwarna putih yang diduga sebagai UFO, kendaraan alien, tertangkap saat peluncuran wahana NASA pada Mei 2011. (mirror.co.uk)
Objek berwarna putih yang diduga sebagai UFO, kendaraan alien, tertangkap saat peluncuran wahana NASA pada Mei 2011. (mirror.co.uk)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA, merekrut para pemburu alien atau mahluk luar angkasa untuk mencari tanda-tanda kehidupan dari foto-foto yang diambil dari planet di luar tata surya matahari.

NASA telah meluncurkan proyek bernama Planet Patrol untuk mendeteksi planet-planet baru dari jutaan gambar yang terkumpul di sistem komputernya.

“Sejak 1990an, para ilmuwan telah menemukan lebih dari 4,200 planet, yang mengitari bintang selain matahari,” begitu dilansir News pada Ahad, 4 Oktober 2020.

NASA ingin memanfaatkan keingintahuan masyarakat untuk mengamati lingkungan ekstraterestrial, yang sebagiannya kemungkinan memiliki kehidupan.

Para relawan akan mengamati foto-foto planet baru dengan mencermati foto-foto yang diambil oleh Transiting Exoplanet Survey Satellite atau TESS, yang telah mengorbit bumi sejak 2018.

“Planet Patrol akan menjadi komunitas yang mengejar tujuan bersama yaitu memahami alam semesta dan tempat kita di dalamnya,” kata pejabat NASA.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat ini, ada sekitar 1,600 partisipan yang mengikuti Proyek Planet Patrol ini sejak proyek ini digelar sepekan lalu.

“Ini adalah cara kita untuk membangun rasa ingin tahu tanpa akhir tentang dunia tempat tinggal kita,” kata Veselin Kostov, yang merupakan ilmuwan NASA

Sumber

https://www.news.com.au/technology/science/space/nasa-recruits-alien-hunters-to-find-signs-of-life-in-outer-space/news-story/2a44506e05cc21967160758f282e16ce

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mitos atau Fakta, Piring Terbang UFO yang Diyakini sebagai Kendaraan Alien

10 hari lalu

Penampakan makhluk yang diduga 'bukan manusia' atau alien dipajang saat pengarahan tentang benda terbang tak dikenal atau UFO, di istana legislatif San Lazaro, di Mexico City, Meksiko 12 September 2023. Dua
Mitos atau Fakta, Piring Terbang UFO yang Diyakini sebagai Kendaraan Alien

UFO kendaraan alien digambarkan seperti piring terbang berkecepatan 1.200 mph hampir menyamai kecepatan suara tanpa jejak asap. Benarkan ada?


3 Hujan Meteor di Fenomena Astronomi Bulan Juli, Catat Tanggal dan Arah Lihatnya

13 hari lalu

Pemandangan langit saat puncak hujan meteor Perseid, di Premnitz, Jerman, Sabtu, 11 Agustus 2018. Femonena alam ini terjadi tiap tahun antara 17 Juli dan 24 Agustus. REUTERS/Fabrizio Bensch.
3 Hujan Meteor di Fenomena Astronomi Bulan Juli, Catat Tanggal dan Arah Lihatnya

Fenomena astronomi bulan ini bakal menampilkan tiga hujan meteor dan dua planet senja serta okultasi Saturnus. Berikut penjelasannya.


Peramal India Sebut Kiamat Disebabkan Perang Dunia III, Ini Penyebab Kiamat Menurut Sains

15 hari lalu

Ilustrasi terjadinya kiamat. abcnews.go.com
Peramal India Sebut Kiamat Disebabkan Perang Dunia III, Ini Penyebab Kiamat Menurut Sains

Seorang ahli nujum India meramalkan kiamat akan terjadi, Sabtu, 29 Juni 2024 disebabkan Perang Dunia III. Begini penyebab kiamat menurut sains?


Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

25 hari lalu

Pemandangan bulan purnama di atas Sydney Harbour Bridge, Australia, 25 Juni 2021.  Berdasarkan Farmers' Almanac, sebagai bulan purnama pada Juni dan terakhir di musim semi, suku Algonquin menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk memanen stroberi. REUTERS/Stephen Coates
Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

Pada 21 Juni 2024 fenomena alam munculnya Strawberry Moon. Apakah bedanya dengan bulan purnama biasa?


Data Rekam Medis Astronot Ungkap Risiko Kesehatan Terbang ke Antariksa

26 hari lalu

Komandan wanita pertama ISS di Eropa, astronot ESA Samantha Cristoforetti bersama dengan boneka Barbie yang mirip dengannya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Inisiatif ini diselenggarakan oleh Inspiring Girls International, sebuah badan amal yang menghubungkan anak perempuan dengan panutan internasional. ESA/Handout via REUTERS
Data Rekam Medis Astronot Ungkap Risiko Kesehatan Terbang ke Antariksa

Semakin terang bagaimana terbang ke luar angkasa bisa berdampak bagi kesehatan para astronot berkat space-omics pertama ini.


Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

37 hari lalu

Petugas mengoperasikan teleskop atau teropong bintang di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. Observatorium Bosscha diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K.A.R Bosscha bersama Nederlandsch - Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia Belanda). TEMPO/Prima Mulia
Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

Jika kondisi malam sedang cerah tanpa mendung dan hujan, tiga teleskop Observatorium Bosscha bisa untuk mengintip benda langit.


Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

37 hari lalu

Bulan purnama bersinar di balik kubah masjid di Kairo, Mesir, 24 Juni 2021. Strawberry Moon merupakan Supermoon terakhir di tahun 2021. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

Banyak fenomena benda langit langka yang terjadi sepanjang Juni 2024. Catat perkiraan tanggal dan waktu berikut ini agar tidak terlewat.


Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

38 hari lalu

Penampakan sebuah bola raksasa di Pantai Enshu, Hamamatsu, Jepang, 22 Februari 2023. Beberapa pihak menduga benda itu mirip dengan sesuatu yang ada di serial kartun Dragon Ball, ada juga berpendapat bola merupakan UFO yang jatuh dari langit. Hingga ada yang berasumsi bola itu bisa saja ranjau. Twitter/@XMiS10C4M6QthSG via REUTERS
Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

Penampakan UFO tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa jadi itu adalah drone atau pesawat pengintai, kata anggota parlemen Jepang


Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

40 hari lalu

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPB Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (kanan) dan para pimpinan konsorsium pengusaha Indonesia meninjau alat berat dalam peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis 21 September 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

IKN disebut akan berdampak serius terhadap penghancuran ekosistem regional Kalimantan yang saat ini sudah terancam industri sawit, tambang, HTI.


Fenomena Langka 3-4 Juni 2024: Enam Planet Akan Terlihat Berjejer dari Bumi

42 hari lalu

Warga melihat Gerhana Bulan Parsial melalui teropong di Planetarium, Jakarta, Senin (4/6). Fenomena Gerhana Bulan Parsial terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. ANTARA/M Agung Rajasa
Fenomena Langka 3-4 Juni 2024: Enam Planet Akan Terlihat Berjejer dari Bumi

Enam planet akan terlihat berjejer dari bumi pada 3-4 Juni 2024. Sebagian hanya bisa diamati dengan teleskop.