Cina Lockdown Covid-19 Kota Ruili di Perbatasan Myanmar

Reporter

Editor

Budi Riza

Sejumlah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. Vaksin ini merupakan kandidat vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan Sinovac Biotech dan Sinopharm. REUTERS/Tingshu Wang

TEMPO.COBeijing – Pemerintah Cina telah melakukan karantina wilayah atau lockdown Covid-19 di sebuah kota yang berbatasan dengan Myanmar.

Pejabat Cina mengatakan lockdown ini dilakukan karena terdeteksi sejumlah kasus virus Corona di sana.

Pemerintah Cina bakal menggelar program tes medis kepada warga secara massal.

“Ada tiga kasus Covid-19, yang terdeteksi di Ruili di Provinsi Yunnan barat, yang berbatasan langsung dengan Myanmar,” begitu dilansir Channel News Asia pada Selasa, 15 September 2020.

Kota ini merupakan perlintasan darat langsung ke Myanmar.

Otoritas telah memerintahkan warga untuk tinggal di rumah. Otoritas juga melarang warga untuk berpergian ke luar kota atau melarang orang luar masuk ke kota itu sejak Senin malam.

Kota ini berpenduduk sekitar 200 ribu orang. Saat ini, semua toko telah tutup kecuali supermarket, toko farmasi dan toko bahan makanan.

Pejabat setempat menduga virus Corona dibawa masuk oleh pelintas batas dari Myanmar. Pemerintah juga mengancam masuknya imigran ilegal, yang bisa saja membawa virus Covid-19 di tubuhnya.

Kota Ruili ini berbatasan dengan Kota Muse di Myanmar dan hanya dipisahkan oleh sungai dangkal. Muse dikenal sebagai tempat kasino, senjata dan obat-obatan terlarang.

Sumber:

https://www.channelnewsasia.com/news/asia/china-locks-down-city-on-myanmar-border-over-covid-19-13111670






Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

3 jam lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

4 jam lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

21 jam lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

1 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

1 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

1 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

2 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

2 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

2 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

2 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.